Sejatinya bagi atlet yang telah bersabuk hitam dan memiliki legalitas diharuskan membangun klub pribadi untuk terus mengembangkan cabang olahraga bela diri ini.
"Di Samarinda mulai rame berdiri klub taekwondo karena ada sekitar 50 taekwonodin pemegang sabuk hitam dan pemegang sabuk hitam wajib untuk membuka klub," kata pelatih klub Petra Taekwondo Family, Dedy Bluger, kepada Korankaltim.com Selasa (19/4/2022) hari ini. "Dengan 23 klub yang ada di Samarinda itu sudah terbilang banyak," imbuhnya.
Dedy yang juga pendiri klub taekwondo Petra Taekwondo Family ini menjelaskan klub yang dibinanya termasuk termuda di Samarinda, baru erdiri sejak 3 tahun lalu tapi sudah memiliki 100 atlet pemula.
Membangun kepercayaan kepada orangtua atlet merupakan hal utama, terlebih banyak anak didiknya yang berusia dini dan masih perlu pengawasan orangtua. "Ada lebih 100 atlet, tapi karena bulan puasa tidak banyak yang turun latihan. Sebelumnya kalau kita di ranting ini semua masih bergantung dengan orangtua, jadi dari kita pelatih ini yakinkan orang tua," paparnya.
Di bulan Ramadan, program latihan harus disampaikan ke orangtua agar tetap memberikan izin kepada anak untuk latihan.
"Program latihan kami setting memang khusus untuk bulan puasa sehingga orangtua juga tidak begitu khawatir untuk mengizinkan anak-anak tetap latihan,” sebutnya
Dari 23 klub taekwondo di Samarinda, ada 9 taekwondoin yang dipersiapkan berangkat ke PON XXI di Aceh-Sumut tahun 2024 mendatang dan masuk dalam program TC Mandiri yang dibuat oleh Pengprov TI Kaltim. Untuk atlet binaanya ada satu yang ikut TC Mandiri. "Kalau dari Petra sendiri baru satu orang yang akan dikirim ke Pengprov untuk mengikuti TC," tutup Dedy.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur