Pelatih Musashi Camp Balikpapan, Takeshi menjelaskan kronologi aksi pemukulan tersebut bermula saat Dilla masih menjadi anak binaan HP dan HP meminjamkan alat latihan untuk berlatih, namun hingga saat ini belum dikembalikan.
HP kemudian mengunggah kalimat di media sosial yang menuduh Dilla sebagai pencuri.
“Sepengetahuan saya, Dilla mantan muridnya (HP), dipinjami alat latihan tapi ketika sudah tidak jadi atletnya lagi Dilla dibilang HP mencuri,” kata Takeshi.
Dilla tak tinggal diam, mendatangi kediaman HP untuk memberikan klarifikasi, namun dengan kondisi amarah yang memuncak saat melihat wajah Dilla maka terjadilah pemukulan tersebut yang dilakukan HP.
“Terus dia datang ke rumahnya HP untuk klarifikasi malah dipukuli. Terakhir pada kejurprov muaythai tahun 2019 Dilla masih dilatih HP, sekarang Dilla pindah ke Musashi,” jelas Takeshi.
Menanggapi hal itu, Ketua Harian Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Kaltim, Budi Iriawan menyayangkan tindakan tersebut terjadi pada atletnya. Sejatinya perkara tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan tanpa menggunakan kekerasan.
Pihak Pengprov MI Kaltim telah menyerahkan kejadian tersebut sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk segera ditindak lanjuti. Menurut Budi, itu sudah termasuk pelanggaran pidana.
“Menurut saya tidak pas kalau ada pemukulan karena sudah ada niat baik si anak ini menjelaskan dan klarifikasi. Kalau dipukul itu ranahnya hukum dan pidana tapi informasinya mereka sudah melapor ke pihak Polsek Balikpapan Utara,” ucap Budi.
Khawatir aksi tersebut terjadi kembali, Budi sebagai pengurus menghimbau kepada seluruh pengurus lainnya dan pelatih untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menghindari bentuk kekerasan terhadap atlet.
“Kita himbau untuk melakukan galang dana buat Dilla dan kami juga menghimbau kepada teman-teman pelatih yang lain untuk tidak terulang kembali kejadian seperti itu,” sambung Budi.
Sebagai tindak lanjut dari Pengprov MI Kaltim, Budi membenarkan pihaknya telah membuka donasi untuk kesembuhan Dilla, karena yang bersangkutan merupakan atlet potensial yang akan dikirim ke Mahulu untuk disiapkan mengikuti Porprov ke VII di Berau November mendatang.
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur