Meskipun dikeluhkan beberapa pengurus pengprov namun sistem rangking tersebut belum dirubah. Mengingat itu Sekertaris PJSI Kaltim Lugito Budi mengatakan harus mempersiapkan anak didiknya.
Lantaran perolehan medali yang diraih masih terbilang jauh dengan rangking yang diharapkan.
Evaluasi setelah menghadapi kejurnas lalu, dikatannya atletnya masih harus ekstra latihan sebab masih kalah jika dihadapkan dengan atlet-atlet pelatnas.
"Harusnya atlet latihan lebih keras karena kalau di pelatnas sehari tiga kali ya kalau ingin nembus ke sana minimal harus sama, kita harus latihan lebih keras lagi," Kata Lugito saat dikonfirmasi pada Minggu (3/4)
Kendati demikian disadari atlet memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga dirinya tak akan pukul rata atletnya untuk latihan keras, khawatir atlet yang telah terbangun akan menurun performanya akibat terlalu dipaksa.
"Gak semua atlet yang bisa diajak latihan sekeras itu, kalau latihan sekeras tanpa didasari kemampuan atlet ditakutkan atletnya yang prustasi," Lanjutnya.
Dalam hal ini Lugito hanya memotivasi dan memberi semangat melalui pendampingan, karena apabila memberikan motivasi melalui materi ia merasa terlalu berat melihat situasi lebih sulit dibanding beberapa tahun sebelumnya.
"Untuk motivasi saat ini juga serba susah karena dari KONI juga terbatas, dari Pengprov juga terbatas. Motivasi paling kuatkan biasanya rupiah, kalau dulu kan ada motivasi jadi PNS ketika menang PON nah sekarang gak ada lagi yang seperti itu," ungkap Lugito.
Kejuaraan Nasional selanjutnya akan digelar pada Juni 2022 mendatang. Yang mana lokasi kejurnas masih menjadi pertimbangan yakni antara Bali dan Surabaya. Meskipun lokasi belum final tapi Lugito sudah persiapkan atlet Kaltim agar matang di Kejurnas nanti.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah