Rusia Dikucilkan dari Olahraga Dunia
2 menit baca289 kali dibaca

KORANKALTIM.COM – Rusia resmi tidak akan berlaga di Piala Dunia 2022 Qatar setelah FIFA secara resmi mendepak mereka seiring dengan serangan yang memicu Perang Dunia III ke negara Ukraina sejak pekan lalu.
Keputusan ini dikeluarkan FIFA Selasa (1/3/2022) hari ini sekaligus sebagai bukti pembelaan mereka terhadap Ukraina yang diserang habis-habisan oleh Rusia.
Dengan keluarnya keputusan FIFA itu, maka Rusia selain tak berlaga di Piala Dunia 2022 juga tidak boleh menggunakan bendera dan nama negaranya di setiap penampilan di ajang internasional.
Sebelumnya beberapa negara seperti Swedia, Republik Ceko dan Polandia bahkan sudah menolak untuk menghadapi Rusia di Playoff Piala Dunia 2022 yang mana keempat negara itu berada di pot yang sama saat pengundian.
Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pernyataan mengeluarkan pengumuman itu. "FIFA dan UEFA hari ini telah memutuskan bersama semua tim Rusia, baik tim perwakilan nasional atau tim klub, akan ditangguhkan dari partisipasi dalam kompetisi FIFA dan UEFA hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Infantino dilansir dari Thesun.co.uk hari ini.
"Sepak bola sepenuhnya bersatu di sini dan dalam solidaritas penuh dengan semua orang yang terkena dampak di Ukraina. Kedua presiden berharap situasi di Ukraina akan membaik secara signifikan dan cepat sehingga sepak bola dapat kembali menjadi vektor persatuan dan perdamaian di antara orang-orang,” paparnya.
"Sementara atlet dari Rusia dan Belarus dapat terus berpartisipasi dalam acara olahraga, banyak atlet dari Ukraina dicegah untuk melakukannya karena serangan terhadap negara mereka. Ini adalah dilema yang tidak bisa dipecahkan," sebut Infantino lagi.
Badan yang berbasis di Lausanne menambahkan dengan berat hati terkait larangan terhadap Rusia tersebut. “IOC merekomendasikan agar Federasi Olahraga Internasional dan penyelenggara acara tidak mengundang atau mengizinkan partisipasi atlet dan ofisial Rusia dan Belarusia dalam kompetisi internasional,” tegas IOC menambahkan.
“Federasi harus melakukan segala daya mereka untuk memastikan tidak ada atlet atau pejabat olahraga dari Rusia atau Belarusia yang diizinkan ambil bagian atas nama Rusia atau Belarusia," tegas mereka.
“Warga negara Rusia atau Belarusia, baik sebagai individu atau tim, harus diterima hanya sebagai atlet netral atau tim netral. Simbol, warna, bendera, atau lagu kebangsaan tidak boleh ditampilkan," jelas mereka.
Infantino adalah anggota IOC dan FIFA sekarang akan memutuskan siapa yang akan menggantikan Rusia di babak play-off dengan Slovakia yang ada di posisi ketiga dalam grup kualifikasi mereka atau Hungaria sebagai pengganti
UEFA juga melarang Spartak Moscow berlaga di babak 16 besar Liga Europa dan mengumumkan segera berakhirnya kesepakatan sponsor Liga Champions senilai £35 juta per tahun dari Gazprom.
“Saya condong ke arah mengecualikan Rusia dari Piala Dunia berikutnya. Ini adalah dorongan pertama saya. Saya percaya bahwa olahraga ada untuk mendamaikan orang dan meredakan ketegangan,” ujar Presiden FA asal Prancis Noel Le Graet.
“Tapi ini sudah terlalu jauh dan dunia olahraga, dan sepak bola khususnya, tidak bisa tetap netral. Saya pasti tidak akan menentang pengecualian Rusi,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur










