Yang mana Dinda sebagai pesilat puteri akan berlaga dikelas 40-50 Kilo gram (Kg) dan Hendra Wakhyu akan bermain dalam kelas 85-90 kg.
Tak mematok target besar, lantaran dalam kejuaraan tersebut akan menggunakan peraturan baru yang juga akan digunakan pada Asean Games dan Kejuaraan Dunia lainnya. Sehingga Hendra sebagai atlet menyebutkan misi utama yakni memahami pola peraturan permainan yang baru.
"Ada peraturan baru, jadi awal mula peraturan baru disini, Jadi kita disini kita bawa misi betul-betul mempelajari peraturan baru supaya nanti waktu Asean Game, Sea Games dan kejuaraan dunia kita sudah matang," Kata Hendra saat dihubungi, Kamis (24/2/2022).
Begitu pula dengan Pengurus BesaR Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) yang menjadikan kejuaraan tersebut untuk tray out atlet dengan peraturan baru, sehingga usai menguasai berbagai rules dan penilaian peraturan baru itu nantinya saat kembali ke Tanah Air PB IPSI akan mengkaji dan membenahi cabor silat tanah air.
"Target dari PB IPSI kalau dari mereka itu pertama datang kesini adalah target utama ingin mengetahui pasca pandemi, rules baru dengan aturan banyak berubah targetnya untuk menguasai itu jadi kita semacam sambil tray out juga ketemunya resmi tapi kita gak terlalu menarget, tujuan kita memang di Sea Games dan Kejuaraan Dunia," Sambungnya.
Selanjutnya Hendra juga menjelaskan perbedaan signifikan dari peraturan baru dengan yang lama yakni peraturan batu lebih bebas sehingga ada hal-hal berbahaya yang rentan dilakukan oleh atlet. Dikhawatirkan ketika juga pesilat Indonesia tidak betul-betul memahami mekanisme penggunaan peraturan baru itu akan terjadi kekalahan yang bukan disebabkan kurangnya kekuatan akan tetapi karena pelanggaran peraturan. Dengan begitu para atlet perlu memahami antara peraturan dengan kekuatan harus dikuasai secara bersamaan.
"Perbedaanya peraturannya lebih terlihat bebas, hampir sama bebas cuma ada aturan-aturan yang berbahaya kalau kita melanggar, potensinya bisa-bisa kita kalah bukan karena fight tapi kalah karena aturan. Jadi betul-betul membiasakan. Jadi ini benar-benar mau nilai cara orang menilai, cara wasit dan juri menilai yang mana sampai di Indonesia langsung dibahas, itu yang paling utama," jelasnya.
Tapi tentu untuk dirinya pribadi Hendra yang dikenal sebagai pesilat tangguh itu akan memberikan yang terbaik sehingga dirinya benar-benar mempersiapkan diri untuk bertarung di negara dengan julukan Kota Singa itu.
"Tapi untuk target pribadi kita targetkan terbaik lah supaya kita bisa mengukur kemampuan, dengan peraturan baru tentu nanti sesampainya di Indonesia cepat-cepat dibenahi," lanjutnya.
Di sisi lain juga beberapa kendala sempat mewarnai pegulat asal Kaltim ini. Pasalnya, selama berada di Singapura seluruh protokol sangat diperketat dan atlet kesulitan beraktivitas diluar kamat inapnya sehingga kesulitan dalam proses latihan dan menjaga stamina tubuh untuk tetap berkeringat.
"Kesulitannya untuk latihan, karena disini hawanya dingin apalagi di kamar kita ber-AC terus, mau gerak gak bisa, keluar kamar untuk joging itu tidak bisa, gak bebas kita jadi kita ditakutkan tidak menguasai arena akhirnya untuk mensiasati hal itu kita kurangin makan karena berhubungan dengan berat badan," Keluhnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah