"Kami monev kemarin itu memastikan betul squash ini ada di Kukar, kami takut squash ini namanya saja di KONI tapi tidak ada orangnya, Kejurprov Squash beberapa waktu di Balikpapan saya juga hadir meskipun perolehan medali sedikit kurang memuaskan namun kami berharap di
November Porprov di Berau nanti, squash Kukar raih tiga emas," kata Maman kepada korankaltim.com, Jumat (18/2/2022).
Maman menyebutkan seluruh ketua pengkab, tak terkecuali Cabor Squash diharapkan melakukan persiapan dan inventarisir serta memetakan kekuatan sejak sekarang, karena KONI Kukar akan melakukan pemberian bantuan guna menunjang persiapan atlet untuk berangkat ke Porprov Berau.
"Kami akan ekspose untuk menentukan berapa yang berangkat, kalau ketua pengkab menargetkan perak atau perunggu kami coret, itu tidak masuk itung-itungan, target harusnya emas. Target perunggu itu bagi kami cuma untuk jalan-jalan saja, saya minta kalau diberangkatkan ke Berau itu harus target emas," sebutnya.
Maman kembali mengingatkan untuk seluruh pengurus cabor jangan ada masalah internal dalam hal kepengurusan ataupun penentuan siapa yang diberangkatkan untuk gelaran Porpov Berau November mendatang.
"80 persen cabor bermasalah, kami mengetahui itu. Mulai masalah perebutan antar klub, ada perebutan pelatihnya dan atletnya juga mau main, pengurus mau jadikan sepupu atau anaknya menjadi official dan manajer. Ini banyak terjadi di pengkab. Saya tidak mau ketika berangkat ke Berau ini menjadi masalah," ungkapnya.
KONI Kukar sendiri sudah meninjau venue tempat bertanding yang digunakan pada Porprov November mendatang di mana Berau menjadi tuan rumahnya.
"Saya berharap dengan monev, kami kenal atletnya dan seluruh pengurus, dan kami sampaikan dan targetkan bahwa squash Kukar wajib dapat tiga emas. Kami tanyakan apa kendala mereka, ternyata kendalanya lapangan, InsyaAllah kita akan upayakan untuk rehab lapangan," tegasnya.
Maman berharap di masing-masing pengkab cabor harus bisa membuat rangking prestasi atletnya. Ini dilakukan agar bisa berkompetisi secara sehat antar sesama atlet di internal pengkab masing-masing Cabor.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah