Selain Zairin, beberapa tokoh masyarakat lainnya juga diberikan penghargaan oleh Pemprov dan DPRD Kaltim. Penghargaan yang diberikan sebagai bukti perhatian pemerintah kepada seluruh atlet daerah maupun pembinanya yang ada di Kaltim termasuk Zairin Zain.
“Tentu saja saya sangat bahagia dan bangga atas penghargaan ini, karena bentuk perhatian pemerintah tidak hanya kepada pelaku olahraga aktif tapi juga pembina olahraga seperti saya," ungkap Zairin.
Bukan tanpa alasan Zairin yang juga mantan Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim ini mendapat penghargaan sebagai tokoh olahraga Kaltim. Sejak kecil dirinya memang telah berperan aktif dunia olahraga, mulai dari sepak bola, tenis meja, tenis lapangan dan golf.
Zairin tercatat pernah menjadi ketua umum Badan Veteran Tenis Indonesia) Kaltim periode 2016 – 2021, Ketua Pengprov BAPOR KORPRI dua periode sejak 2011 hingga 2020, pernah berlaga di kejurnas tenis meja di Bandung, Jawa Barat tahun 1980 dan yang terbaru adalah kembali terpilih jadi ketua Pelti Kaltim.
Ada keinginan besar dari Zairin setelah terpilih jadi tokoh olahraga di Kaltim, yaitu mengharapkan banyak atlet muda yang mampu berkiprah di tingkat nasional hingga internasional. "Saya ingin daerah ini bisa menciptakan atlet-atlet baru yang bisa diandalkan untuk tampil di pentas tidak hanya nasional tapi juga internasional," paparnya
Sementara terkait terpilihnya kembali sebagai Ketua Pelti Kaltim, diakui Zairin dirinya siap melanjutkan kiprah dari cabang olahraga ini. “Tantangan pastinya semakin berat karena persaingan antar atlet daerah sangat ketat. Bukan hanya tim dari Pulau Jawa saja, Papua dan Bangka Belitung, juga menjadi pesaing Kaltim. Diperlukan kerja keras untuk meningkat prestasi terutama menuju PON XXI di Sumatera dan Aceh tahun 2024 mendatang,” ujar Zairin.
Zairin terpilih dalam rapat kerja sekaligus Musyawarah Provini (Musprov) Pelti yang berlangsung kemarin di Samarinda. Zairin akan memimpin Pelti Kaltim mulai tahun 2022 ini hingga tahun 2026 mendatang. “Kami akan mencari pelatih yang mengangkat prestasi atlet-atlet tenis muda daerah ini,” sebut Zairin.
Terkait cabang olahraga tenis yang tidak masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tidak membuat pesimistis Pelti Kaltim, justru menjadi pelecut untuk meningkatkan prestasi di tingkat nasional.
Musprov Pelti Kaltim dibuka Wakil Ketua V KONI Kaltim H Husinsyah dan Ketum PB Pelti Dr Rildo Ananda Anwar secara virtual. Rildo menyebut selama kepemimpinan Zairin prestasi petenis di daerah cukup membanggakan.
"Bahkan satu petenis Kaltim yaitu Ikbal, dipanggil untuk memperkuat Indonesia ke SEA Games," ujar Rildo. Musprov diikuti Pelti Kukar, Balikpapan, Paser dan Samarinda.
Editor: Aspian Nur