“Pelatihan ini selama dua hari, hari pertama teori olahraga dan pelatihan, besok dilaksanakan di gedung bela diri untuk pelatihan prakteknya. Pendanaan murni dari KONI Kukar, luar biasa jamannya Pak Maman sebagai ketua ini, kita cabor-cabor dimarahin kalau tidak aktif dan bikin kegiatan,” kata Edy.
Acara pembukaan pelatihan pelatih ini dihadiri Ketua FORKI Kaltim, H Seno Aji yang juga Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ketua KONI Kukar, Rahman dan dibuka secara resmi Plt Kadispora Kukar yang juga merupakan Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) FORKI Kukar, Fida Hurasani.
Dalam sambutannya, Ketua KONI Kukar, Rahman menyampaikan kegiatan pelatihan pelatih ini adalah wujud kerja dari salah satu misi KONI Kukar dalam upaya memutus mata rantai mutasi atlet.
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kapasitas dan kualitas atlet memang sedang gencar digalakkan KONI Kukar agar ke depan, Kukar memiliki atlet asli putra daerah tidak lagi mengandalkan atlet yang didatangkan dari luar daerah.
“Biar kalah yang penting asli Kutai Kartanegara, biar kita bisa mengukur sampai di mana dan kekurangannya di mana saja. Lebih baik datangkan pelatihnya ke sini, daripada mendatangkan atletnya. Pelatihan pelatih ini sangat berdampak bagi perguruan karate yang ada di Kukar,” kata Maman.
Secara khusus Maman berpesan kepada seluruh Cabor, tak terkecuali FORKI Kukar agar senantiasa konsisten mengelola organisasi olahraga, dirinya pun menyatakan secara tegas akan memerangi Cabor yang tidak mengurusi atletnya. “Bukan berapa besarnya, tetapi perhatiannya, saya sudah berkeliling di 56 Cabor, sudah saya kunjungi 18 kecamatan 193 desa 44 kelurahan, kenapa saya lakukan ini supaya Cabor termasuk FORKI ini bisa merata di seluruh kecamatan bukan terpusat di Tenggarong, kita bangga kalau nanti ada atlet karate asal Kahala, asal Tabang yang mampu tampil di Porprov Berau, masyarakat kecamatan setempat pun pasti akan bangga,” sebutnya.
“Kami harap karate juga menjadi olahraga yang bermasyarakat, kita harus sosialisasikan, dan yang penting FORKI bisa mengakomodir atlet-atlet yang ada di kecamatan-kecamatan, target Porprov nanti karate harus juara umum,” timpal Maman.
Hal senada disampaikan Ketua FORKI Kukar, Fida Hurasani atau yang akrab disapa Afe yang menegaskan pihaknya berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Kutai Kartanegara pada Porprov tahun depan di Berau. Untuk mempersiapkan itu, pada April 2022 mendatang pihaknya mengharapkan dukungan dari Pengprov FORKI Kaltim dan KONI Kukar agar bisa melaksanakan kejuaraan untuk seleksi atlet. “Semoga bisa didukung, terkhusus untuk kegiatan pelatihan ini, saya berpesan lepaskanlah arogansi perguruan, dan saya sampaikan di sini FORKI Kukar target lima emas untuk Porprov Berau tahun depan,” tegas Afe.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan