Adapun tema dari Rakerkab KONI Kukar ini ialah 'Kukar Berdaulat Dalam Peningkatan Prestasi Emas Menuju Porprov VII Berau 2022'.
Ketua KONI Kukar, Rahman mengatakan adapun yang dibahas pada pelaksanaan Rakerkab tahun ini ialah menyampaikan laporan kegiatan dan keuangan tahun 2020, pengangkatan status keanggotaan baru untuk cabang olahraga Soft Tennis dan sosialisasi serta persiapan pelaksanaan Porprov Berau tahun 2022.
"Organisasinya dulu yang sehat, maka pasti peningkatan kualitas olahraga juga sehat, ini yang kita tekankan dulu bersama jajaran pengurus dan para kawan-kawan Cabor yang ada yakni 56 Cabang Olahraga. KONI Kutai Kartanegara selain menaungi 56 Cabor juga menaungi 7.000 pelatih dan atlet serta KOK KONI kecamatan yang ada di 18 kecamatan," kata Maman sapaan akrabnya, Kamis (9/12/2021).
"Rakerkab ini untuk persiapan kita mengikuti Proprov 2022 di Berau dengan target realistis di tiga besar, namun dipastikan Kukar akan membuat kejutan," tambahnya.
Rakerkab ini juga dirangkai dengan pemberian bantuan dana operasional Cabang Olahraga sebesar 25 juta, pemberian bantuan dana operasional KONI Kecamatan sebesar 10 Juta, pemberian bantuan dana pengadaan barang latihan/tanding cabang olahraga dan pemberian bonus atlet dan pelatih peraih medali PON XX Papua, juga memberikan tali asih kepada salah seorang atlet Kukar yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit.
Maman mengungkapkan perhatian ini bisa KONI Kukar berikan semua berkat dukungan penuh Bupati Kukar Edi Damansyah yang mencurahkan perhatiannya untuk peningkatan prestasi bidang olahraga.
"Total atlet Kukar yang mendapat medali pada PON Papua dan diberikan bonus tambahan oleh Bupati ialah emas 6, perak 18, perunggu 24, Total 48 Medali. Sesuai janji Bupati tambahan bonus ini diberikan langsung ke atlet yakni emas 10 juta, perak 5 juta dan perunggu 2,5 juta," sebutnya.
Sementara itu Bupati Kukar, Edi Damansyah berpesan dengan dilaksanakannya Rakerkab ini sebagai bentuk upaya bersama untuk melakukan evaluasi kinerja yang telah dilakukan selama ini dalam hal pembinaan olahraga.
"Evaluasi terhadap program kemudian menetapkan bersama dan disampaikan sebaik mungkin secara transparan tidak ada hal yang ditutupi sehingga tidak ada praduga-praduga, karena kalau sampai seperti ini maka organisasi tidak dinamis dan tidak berkembang sehingga justru kecurigaan lah yang muncul. Utamakan keterbukaan dan sampaikan ide serta gagasan untuk kemajuan bidang olahraga," ucap Edi.
"Saya pastikan pemerintah kabupaten dengan situasi kondisi apapun dengan keterbatasan pendapatan InsyaAllah saya bersama KONI untuk tetap memberikan perhatian di bidang olahraga," timpalnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan