Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Agus Tianur kepada Korankaltim.com Rabu (8/12/2021) hari ini.
“Rencananya Menpora datang hari Jumat (10/12/2021) ke Samarinda, sehari setelah itu langsung menggelar sosialisasi DBON. Ini sosialisasi yang memang sudah dilakukan di beberapa provinsi di Indonesia, bulan ini di Kaltim,” kata Agus Tianur.
Diharapkan Agus dari sosialiasi nanti bisa diketahui bagaimana potensi olahraga yang ada di Kaltim ke depan. “Menpora pastinya ingin mengetahui bagaimana kondisi olahraga di daerah kita, apa saja cabang olahraga unggulan dan andalan yang bisa masuk dalam desain yang dibuat,” paparnya.
Sampai saat ini menurut Agus untuk DBON Kaltim bisa mengandalkan cabang olahraga angkat besi karena ada atlet yang masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas). “Mudah-mudahan nantinya ada cabang olahraga lain yang masuk dalam DBON dari Kaltim ini,” harapnya.
Dengan adanya DBON konsep pembinaan olahraga di Kaltim akan lebih refresh, ada program baru yang bisa membuat prestasi olahraga bisa semakin meningkat.
“Diharapkan semua stake holder terkait dengan DBON ini bisa datang pada sosialisasi nanti karena DBON jadi sejarah penting dalam perjalanan olahraga di Indonesia termasuk di Kaltim,” sebut Agus Tianur.
DBON yang merupakan blue print alias cetak biru olahraga di Tanah Air merupakan Peraturan Presiden (Perpres) No 86 tahun 2021 yang menjadi panduan dalam pembinaan olahraga bagi stakeholder olahraga termasuk para kepala daerah.
"Mulai sekarang berdasarkan proses itu pembinaan olahraga sudah ada panduannya," kata Amali saat sosialiasi DBON di Surabyaa, Jawa Timur, bulan lalu.
Dalam DBON sudah termuat target-target prestasi, dimana target utamanya adalah prestasi di ajang Olimpiade dan Paralimpiade sebagai multi event olahraga tertinggi di dunia. Sementara Asian Games dan SEA Games hanya menjadi sasaran antara saja.
"Tentu kalau skup daerah, targetnya adalah PON. Karena itu perlu disosialisasikan kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan induk cabang olahraga yang ada di provinsi," tegasnya.
Amali mengungkapkan dalam DBON, pemerintah akan membentuk 10 sentra olahraga di seluruh Indonesia yang akan dikembangkan sebagai sentra pembinaan atlet. “Jadi dalam Perpes Nomor 86 tahun 2021 ini, di dalam lampirannya tentang BDON itu talenta, bibit, bakat akan diambil dari 10 sentra ini,” sebutnya.
Editor: Aspian Nur