"Meskipun sempat vakum hampir 2 tahun tapi kami akan bangkit lagi mengembangkan olahraga Barongsai," kata Robin kepada Korankaltim.com.
Gerakan FOBI Kaltim dimulai melalui Rakerprov dengan membentuk organ-organ kepengurusan dan menentukan kegiatan kedepan. Secara terbuka Robin mengungkapkan FOBI Kaltim tidak sepenuhnya vakum, melainkan pembinaan secara daring tetap dilakukan dan kegiatan seputar administrasi seperti pemilihan ketua, rapat koordinasi dan rapat kerja yang masih dijalankan, hanya pelatihan secara langsung, kegiatan olahraga dan festival yang terhambat.
"Barongsai ini kan dimainkan secara beregu jadi kendalanya saat latihan tidak bisa satu persatu, nah pandemi kemarin sempat terhalang karena orangtua atletnya khawatir sehingga tidak maksimal," kata Sekretaris Umum FOBI Kaltim Alexander Sumarno secara terpisah.
FOBI Kaltim mengharapkan di daerah baik pengurus kota maupun kabupaten menghidupkan kembali barongsai dengan terus melakukan pelatihan terhadap atlet sehingga meski Pra-Porprov 2022 tidak ada tetap bisa mengandalkan atlet daerah, tidak mengambil atlet dari luar.
Menghadapi Porprov 2022 mendatang, Alex menjelaskan barongsai Kaltim memiliki 8 juri yang terbagi dalam 3 juri nasional dan 5 juri daerah.
"Untuk atletnya tidak ada batasan usia, masih menjadi satu tim yakni dengan tim putera dan puteri masih digabung, untuk kedepannya semoga bisa ada pembagian antar gender dan usia," harap Alex.
Penulis : Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur