Kabar wafatnya Verawati Fajrin langsung ditanggapi Presiden Joko Widodo dengan unggahan di media sosial Twitter mengucapkan kalimant berbela sungkawa. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berdukacita atas berpulangnya legenda bulutangkis putri Indonesia, Ibu Hj. Verawaty Fajrin, pagi ini, di Jakarta. Semoga amal ibadah almh. mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan kuat dan sabar,” tulis Jokwi.
Jenazah Vera dikebumikan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan siang tadi setelah disalatkan di Masjid Al Islam, kawasan Cipayung, Jakarta Timur usai diberangkatkan dari rumah duka, Kavling DKI Cipayung, Jl. Durian Blok T 1 No 23 RT 01 / 08, Cipayung, Jakarta Timur.
Saat masih Berjaya, Verawaty Fajrin tak hanya berprestasi di tunggal namun juga ganda.Dilansir dari laman badmintonindonesia.org, prestasi Verawaty Fajrin mencuat pada tahun 1978 saat mendapat gelar prestisius pertamanya di sektor ganda putri, berpasangan dengan Imelda Wigoena dan menyabet juara di Denmark Open.
Pasangan Vera/Imelda lalu menyabet beberapa gelar setelahnya, termasuk juara All England 1979 dan Canadian Open 1979. Vera lalu beberapa kali turun di sektor tunggal pada awal 1980-an. Ia langsung menyabet juara di beberapa turnamen premier seperti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 1980, SEA Games 1981, dan Indonesia Open 1983.
Di ajang SEA Games 1981, Vera juga meraih medali emas di sektor gada putri bersama Ruth Damayanti. Verawaty Fajrin juga berprestasi di sektor ganda campuran. Ia kerap mendapat juara saat dipasangkan dengan Eddy Hartono, dengan dua gelar Malaysia Open (1986 dan 1988), Indonesia Open 1989, dan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 1989.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) juga menyampaikan ucapan duka atas kepergian Verawaty Fajrin. “Turut berduka cita atas meninggalnya mbak Verawaty Fajrin, salah satu legenda bulutangkis Indonesia yang banyak menorehkan prestasi untuk tanah air Indonesia pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Beliau meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru bbrp bulan terakhir,” tulis PBSI di Twitter mereka.
Editor: Aspian Nur