Ya, Rahman seolah mendapat berkah dari terpilihnya H Ismail Bolong, Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kaltim pada Musyawarah Provinsi (Musprov) Pertina Kaltim yang berlangsung Sabtu (13/11/2021) akhir pekan tadi.
Rahman Manurung bisa jadi atlet yang paling beruntung karena dari sekian ratus atlet yang bertarung di PON XX dirinya mendapatkan uang sebesar itu padahal hanya sampai fase semifinal kelas 81 kilogram, menjadi satu-satunya petinju yang meraih medali dari tiga yang bertarung di Papua.
"Alhamdulillah, saya tidak menyangka bahwa perjuangan saya diapresiasi begitu besar," ucap Rahman dengan nada bergetar menahan haru.
Ismail Bolong yang saat PON XX berlangsung jadi manajer tinju Kaltim sebelum ajang itu digelar memang sudah berjanji akan memberikan bonus pribadi untuk atlet-atletnya yang berhasil meraih medali.
Tak ingin membuat dua rekan Rahman kecewa, Fahrudi dan Muhtar, dua petinju lainnya, juga diberi bonus oleh Ismail Bolong masing-masing sebesar Rp15 juta.
"Ini bukti nyata kalau Pak Ismail ingin memajukan tinju di Kaltim. Kami berharap terpilihnya Pak Ismail bisa lebih memacu motivasi petinju junior untuk mengejar prestasi tinggi," papar Rahman.
Bonus yang diterimanya akan disumbangkan Rahman sebagian kepada anak-anak yatim dan untuk modal usaha. PON XX/2021 jadi ajang terakhir yang diikuti Rahman karena dirinya menyatakan pensiun mengingat usianya yang sudah tidak lagi muda.
"Saya mencintai tinju, selama 22 tahun saya ada di sini, mungkin ke depan jika dipercaya saya ingin melatih petinju junior," tutup Rahman.
Sementara itu Ismail menegaskan komitmennya untuk membenahi kepengurusan Pertina Kaltim setelah terpilih. Dirinya akan melakukan rapat koordinasi dengan 10 pengurus daerah di Benua Etam utamanya dalam pencarian bibit-bibit atlet di daerah.
"Kami akan melaksanakan kejuaraan rutin tahunan. Kan Pertina Kaltim tak punya atlet, yang punya itu daerah-daerah, jadi potensi di daerah yang harus digali,” kata Ismail.
"Menuju PON di Aceh-Sumut harus dipersiapkan lebih awal supaya medali perunggu di Papua bisa menjadi medali emas. Kami akan memanggil pelatih taraf nasional untuk melatih atlet-atlet kami ini," tegas Ismail.
Editor: Aspian Nur