Alfandy terpantau oleh talent scouting dari Pengurus Besar Federasi Hoki Indonesia (PB FHI) yang melihat permainannya selama berlaga di PON Papua.
Alfandy yang berposisi sebagai striker ini berhasil menarik minat pelatih timnas hoki Indonesia yang kemudian merekomendasikannya kepada pelatih timnas hoki Bangladesh yang juga rekannya.
Alfandy berangkat ke Bangladesh 28 Oktober pekan lalu, bergabung dengan klub Sonali Bank Sports and Recreation Club, klub anggota Liga Hoki Bangladesh.
Manajer Hoki Kaltim Syamsu Nur mengatakan jika Alfandy terpilih karena saat PON Papua lalu, dirinya satu-satunya stiker yang dianggap mumpuni dibandingkan pemain Indonesia lainnya.
"Ada pemantau dan dia terpilih untuk masuk dalam liga Bangladesh, berangkat 28 Oktober pekan lalu. Sejak 1 November kemarin dia sudah mulai bertanding. Informasinya pertandingan liga ini berlangsung kurang lebih sebulan," papar Syamsu.
Pegprov FHI Kaltim merasa bangga dan bersyukur, karena satu-satunya atlet hoki putra Indonesia yang dipanggil untuk bermain di liga internasional.
Syamsu mengaku tak heran Alfandy mampu untuk bersaing dengan pemain hoki dari negara lain, pasalnya dirinya juga pernah membela Indonesia di ajang Asian Games.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur