Dilanjutkan Fida, sejumlah cabor telah menanggung atlet-atlet yang tidak ter-cover Dispora pada Popda edisi kali ini alias menggunakan dana mandiri.
Hal ini disebabkan anggaran yang disiapkan Dispora Kukar terpangkas lantaran rasionalisasi akibat dari pandemi Covid-19.
Awalnya pihak dinas menggelontorkan dana sebesar Rp2 miliar pada even rutin ini, akhirnya menyusut menjadi Rp1,2 miliar.
Akibatnya, Dispora hanya menanggung 180 orang atlet saja yang diberangkatkan ke Paser. Sisanya ditanggung masing-masing cabor.
“Sampai sejauh ini sudah ada sebanyak 315 atlet yang terdaftar. Ini masih bergerak. Kita hanya menanggung 180 atlet saja. Alhamduillah cabor memahami,” tuturnya.
“Saya angkat topi untuk cabor, sangat mengapresiasi sekali karena ini adalah tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.
“Para Cabor sudah banyak berkorban. Bahkan sampai membuat jaket defile saat pembukaan. Ini identitas daerah. Tidak main-main, patut kita apresiasi setinggi-tingginya,” sambungnya.
Ke depan, lanjut pria yang akrab disapa Afek ini, Dispora akan fokus ke agenda-agenda rutin, seperti Popda ini, agar tidak lagi terjadi kekurangan anggaran.
“Semaksimal mungkin diperbaiki, khususnya dalam hal anggaran, karena ini sifatnya rutin,” pungkasnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan