Pada PON XX di Papua, kontingen Benua Etam yang diharapkan Gubernur Kaltim H Isran Noor bisa menempati posisi 3 Besar justru terlempar ke urutan ke-7.
Sejatinya, perolehan medali Kaltim pada PON di Papua sama dengan di PON XIX Jawa Barat tahun 2016 silam, 25 medali emas, namun perak dan perunggu jumlahnya menurun, dimana saat berlaga di Jawa Barat perak dan perunggu berjumlah 41 dan 73 keping, sementara di Papua hanya 33 perak dan 42 perunggu.
Bali yang selalu dibawah Kaltim di setiap pelaksanaan PON nyatanya mampu bertengger pada ranking 5 Besar, posisi yang sudah tiga kali PON ditempati Kaltim.
Bali menyabet 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu, yang disebut KONI Kaltim di luar prediksi. “Kami tidak mengira Bali bisa dapat medali emas lebih banyak, diantara di cabang olahraga renang, bulu tangkis dan judo,” jelas Wakil Ketua IV KONI Kaltim Rusdiansyah Aras kepada media sesaat sebelum PON berakhir kemarin.
Menempati posis ke-7 jadi yang perdana bagi Kaltim karena sejak jadi tuan rumah penyelenggara pesta olahraga multieven empat nasional ini tahun 2008 silam dalam PON VII, posisi tiga besar bahkan berhasil dimasuki pada klasemen akhir perolehan medali kala itu dimana 116 medali emas, 111 perak dan 115 perunggu dengan total 342 medali berhasil dikumpulkan.
Setelahnya pada PON VIII tahun 2012 di Riau, posisi Kaltim turun namun masih masuk 5 Besar dengan medali emas dari cabang olahraga sepakbola melengkapi hasil tersebut, dimana 44 medali emas, 45 perak dan 50 perunggu dibawa pulang dengan jumlah total 139 keping.
Pada PON di Jawa Barat tahun 2016 edisi ke-19, posisi Kaltim masih di 5 Besar dengan 25 emas, 41 perak dan 72 perunggu, total 138 medali.
Posisi ke-7 di Papua tentu membuat reputasi Kaltim sebagai provinsi terkuat di luar Pulau Jawa harus dievaluasi.
Saat di Jawa Barat sejatinya cabang olahraga yang dipertandingkan atau dilombakan lebih sedikit disbanding di Papua. Pada PON XIX 2016 Jawa Barat ada 44 cabang olahraga yang digelar sementara di Papua 56 cabang olahraga.
Pandemic Covid-19 yang dianggap jadi kendala persiapan tak bisa jadi alasan melorotnya posisi Kaltim ke ranking ke-7 karena pandemic melanda semua provinsi yang ikut berpartisipasi di PON Papua.
Kaltim harus melakukan evaluasi sejak dini untuk bangkit lagi menembus 5 Besar pada PON XXI di Sumatera Utara-Aceh tahun 2024 mendatang, setidaknya tidak dilewati Bali atau bahkan Sumatera dan Aceh karena potensi tuan rumah bisa membuat posisi provinsi penyelenggara jadi terdongkrak naik.
"Ini jadi pengetahuan bersama dan ke depannya akan menjadi pembahasan serta evaluasi," sebut Rusdiansyah Aras.
Editor: Aspian Nur