Atlet dari tim Benua Etam bersaing dengan 8 provinsi, baik putra maupun putri di nomor TTT 10.000 meter. Ya, sayangnya tim putri yang diperkuat Rifa Moza Rizqi, Keysa Nadir Azizah dan Nur Annisa Aprilia, harus gagal mengamankan medali di final, dengan catatan waktu 14.40.756 detik, yang berada di posisi kelima.
Sementara, medali emas diraih oleh tim DKI Jakarta, yang disusul Jawa Timur (Jatim) dan ketiga tuan rumah Papua.
"Tim putri hanya bisa berada di posisi kelima," kata Manajer Sepatu Roda Kaltim Ali Rachman kepada Korankaltim.com kemarin.
Untuk tim putra yang berlomba di nomor marathon 10.000 meter diperkuat Anjang Pius Saeuman, Kristianus, Rangga dan Ananda menempati posisi kedua setelah DKI Jakarta dan meraih medali perak. "Alhamdulillah kami tambah medali perak di marathon putra," ujarnya.
Lomba kemarin adalah yang terakhir untuk cabang olahraga sepatu roda dan tim Kaltim mengemas 1 emas dan 4 perak. "Kalau melihat hasil sudah melebihi harapan kami tetapi tetap akan ada evaluasi," papar Ali.
Dengan apa yang sudah didapatkan ini Ali berharap sepatu roda nantinya bisa memiliki tempat latihan sendiri di Kaltim, tak perlu lagi jauh-jauh latihan hingga ke luar daerah.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur