Ketua penyelenggara Selekda U-20 Askab PSSI Kukar, H Fahmi Yusuf mengatakan, meskipun antar kecamatan namun tujuan dari penyelenggaraan ini adalah untuk mencari bibit talenta muda usia 20 tahun ke bawah untuk diseleksi dan dinilai secara individu menjadi bagian kekuatan tim Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan dipersiapkan untuk gelaran Porprov 2022 di Berau.
"Ini seleksi pemain, kita lakukan antar kecamatan supaya kita bisa melihat dan mendapatkan pemain asli daerah asli asal kecamatan masing-masing dari 18 Kecamatan yang ada di Kutai Kartanegara. Kalah menang itu biasa jadi ini bukan adu gengsi antar kecamatan, kami tegaskan kembali," katanya, Senin (14/6/2021).
Sekretaris Umum Askab PSSI Kukar Surya Atmaja yang hadir langsung di pembukaan Zona VI ini menegaskan sesuai arahan ketua Askab PSSI Kukar H Ardinansyah dan Ketua KONI Kukar Rahman, atlet bola Kukar tidak boleh lagi berasal dari luar daerah, harus dan wajib putra daerah sendiri yang berasal dari kecamatan-kecamatan.
"Pak Ketua Askab kami tertantang dengan arahan dan penegasan Pak Bupati Edi Damansyah yang menginginkan atlet sepakbola bola Kukar jangan lagi pinjaman dari luar, harus orang etam sorang. Jadi ada istilah kita mengharamkan pemain luar Kutai Kartanegara, jadi lewat ajang seleksi inilah kita melakukannya," tegasnya.
Oleh karena itu besar harapan Askab PSSI Kukar agar seluruh peserta Selekda U-20 ini memanfaatkan gelaran ini sebagai ajang unjuk kualitas masing-masing individu karena Askab PSSI Kukar memantau langsung para talenta terbaik Kukar melalui tim talent coaching.
"Ini penilaian per individu, jadi baik tim yang menang maupun yang kalah semua pemainnya berpeluang untuk lolos seleksi U-20 untuk mengisi kedalaman skuad yang akan mewakili Kukar pada Porprov Berau mendatang," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan