Pasalnya, kata Teddy sejak awal pandemi covid-19, pihaknya dalam menangani atlet-atletnya, dilakukan secara serius, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
"Ya, memang perlu keseriusan, karena daerah tempat kami berlatih di Tanjung Batu Berau ini pintu masuk pariwisata. Dan dermaga latihan itu kan banyak orang berlalu lalang, sehingga untuk protokol kesehatan (prokes) pun ketat dilakukan," ungkapnya.
"Sehingga, saat persiapan di darat itu kami proteksi ketat, dengan menerapkan prokes full," sambungnya.
Dan lanjut kata Teddy sebagai langkah antisipsi pun, Porlasi memiliki posko covid sendiri, dan bisa digunakan umum jika ada yang ingin diperiksa sebelum ke laut.
"Kami juga ada antigen mandiri, kalau ada yang menunjukkan gejala, ya kami tes dulu dan dokter tim juga ada untuk memonitor," terangnya.
Nah, melihat kondisi mulai kondusif sejak minggu kedua ramadan, makanya pihaknya pun mulai menjalani latihan teknik atau basah (di laut).
"Untuk Tanjung Batu sudah zona hijau, tidak ada yang positif, makanya latihan di laut kami mulai, tetapi tetap dengan prokes ketat. Karena, mereka ini juga sudah lama tidak latihan di laut, untuk fisik ya tetap dilakukan itu pagi hari," bebernya.
Untuk latihan sendiri dilakukan mulai Senin-Sabtu, menjelang berbuka puasa, sedangkan Minggu mereka diliburkan.
"Mulai jam 4 sampai jam 5, ya kalau maksimalnya jam 6. Minggu kami liburkan karena menghindari wisatawan yang membludak," tandasnya.
Untuk diketahui sebanyak 12 atlet layar Kaltim putra dan putri yang nantinya akan berlaga di PON XX 2021 mendatang di Papua Oktober mendatang.[]
Penulis : Nancy
Editor : Rusdi