Hal ini diungkapkan Ketua Asprov PSSI Kaltim Yunus Nusi saat dikonfirmasi, Kamis (22/4/2021) sore tadi. Menurutnya persaingan di PON Papua nantinya dipastikan cukup berat untuk cabor sepak bola. Daerah-daerah yang akan berlaga telah mempersiapkan diri sejak setahun lalu.
"Kami pun melakukan persiapan sejak tahun lalu. Tetapi tidak maksimal, karena latihan tidak dilakukan bersama," ungkapnya. "Para pemain hanya latihan mandiri, untuk menjaga performa mereka, karena kasus pandemi," sambungnya.
Untuk saat ini para pemain sempat dilliburkan kurang lebih sepekan, awal Ramadan. Nah, nantinya setelah Idulfitri tim PON baru akan menjalani pemusatan latihan di Pulau Jawa, seperti Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng).
"Dua provinsi ini yang akan kami datangi untuk pemusatan latihan sekaligus, uji kemampuan tim PON Kaltim," imbuhnya. Yunus mengatakan Pulau Jawa menjadi pilihan karena memang diketahui memiliki tim-tim yang bagus, hal inilah yang membuat asprov memilih jawa.
"Pemain-pemain di sana bagus-bagus, jadi selama latihan di sana nanti, mereka akan melakukan uji coba, sehingga bisa dievaluasi kekurangan dari tim dan yang perlu ditingkatkan," terangnya. Tak hanya Pulau Jawa saja yang akan dijajal oleh Tim PON Kaltim, mereka pun berencana akan ke sulawesi, seperti Sulawesi Selatan dan Utara.
"Harapannya, pemain kita ini bisa menghadapi lawan-lawan dengan pemain yang memiliki karakter berbeda. Seperti Sulawesi yang karakternya bermain keras," bebernya. Pasca pemusatan di Pulau Jawa dan Sulawesi, tim akan langsung menuju Papua . "Mudahan apa yang sudah kami rancang ini bisa terlaksana dengan baik," pungkasya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan