Ketua Harian Pengprov Persatuan Muaythai (MI) Kaltim, Budhi Iriawan mengatakan kerjurnas tersebut, diakuinya menjadi salah satu ajang untuk menguji kemampuan atlet muaythai Benua Etam, yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua Oktober mendatang.
"Itu ada dua kejuaraan, kejurnas dan liga nasional (liganas) muaythai . Kalau, kami hanya mengirim atlet yang akan berlaga di PON, sedangkan liganas ini, khusus atlet-atlet kadet, pengkot dan pengkab di daerah serta klub," ungkapnya.
"Jadi, ini salah satu ajang, untuk mengukur kemampuan atlet, selama menjalani latihan. Karena, memang sejak awal pandemi, kejuaraan itu ditiadakan dan baru kali ini dilaksanakan lagi," sambungnya.
Selain itu juga, kejurnas ini menjadi ajang saling intip kekuatan atlet yang berlaga, dari daerah lain. Pasalnya, mereka yang ambil bagian dalam kejurnas ini, mayoritas juga akan bertanding di PON Papua Oktober mendatang.
"Dan ini juga menjadi ajang seleksi oleh PB MI, dalam pembentukan tim SEA Games 2021 di Vietnam. Nah, untuk kelas 57 kg dan 60 kg serta 63,5 putri yang kami kirim, memiliki kesempatan meraih emas dan masuk timnas, ya mudahan saja prediksi kami benar," bebernya.
Tetapi, yang jelas tujuan utama mengikuti kejurnas tersebut untuk mengukur kemampuan atlet, selama latihan.
"Tentu, akan ada evaluasi apa yang masih menjadi kekurangan dan yang perlu ditingkatkan diperbaiki, sehingga saat PON nanti mereka bisa tampil maksimal," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi