Koordinator tim kepelatihan Kukar, Coach Baso mengatakan, dari tahap pertama diikuti 160 pemain kemudian mengerucut menjadi 46 dan di hari kedua ini terseleksi menjadi 22 pemain yang kemudian hanya akan dipilih 11 pemain saja.
“11 pemain ini nanti kita pilih untuk mengikuti seleknas tingkat provinsi dan yang berhasil lolos pada seleknas ini akan kita panggil di hari Rabu nanti untuk kemudian masuk dalam TC (Training Center, red) guna persiapan seleknas provinsi pekan depan,” katanya kepada korankaltim.com, Minggu (7/3/2021).
Perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim, Coach Rahmat Hidayat yang memantau langsung seleknas selama dua hari ini menambahkan, untuk seleknas tahun ini mengacu pada mekanisme pusat yakni memberlakukan pertandingan game 11 lawan 11.
“Kami diberi tugas oleh Asprov untuk memantau di seluruh Kabupaten Kota, termasuk Kutai kartanegara. Kita ambil pemain terbaik 11 orang (Kukar,red) nanti kita adu dengan kabupaten kota lain, dari 11 itu (terseleksi tingkat provinsi, red) kita komunikasikan ke Asprov untuk kemudian kita rekomendasikan kirim ke PSSI pusat,” jelas Coach Rambo sapaan akrabnya.
Perhatian serius juga ditunjukkan Ketua Askab Kukar, H Ardinansyah yang hadir langsung pada seleknas U-19 ini. Ia berharap nantinya ada pemain asli Kukar yang bisa terpilih hingga seleknas di PSSI pusat.
“Kami harap pemain talenta Kukar ada yang terpilih di seleknas pusat, akan menjadi suatu kebanggaan kita semua kalau ada salah satu putra terbaik kita yang terpilih di Timnas U-16 dan U-19 nanti,” harapnya.
Hal senada dipertegas kembali Wakil Ketua Askab PSSI Kukar, Suwarno yang berharap kepada seluruh pemain baik U-16 dan U-19 yang lolos seleksi untuk tetap disiplin terhadap dirinya sendiri.
“Disiplin kepada diri sendiri, itu adalah kunci sukses, baik yang lolos maupun tidak yakinlah semua adik dan anak-anak kita yang mengikuti seleknas ini adalah aset Kutai Kartanegara, tetap disiplin dan selalu minta doa restu orang tua,” tegasnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan