“Kami ikuti semua nomor tanding di Popnas nanti, mulai senjata floret, degan dan sable karena kami tahu seluruh atlet yang kami kirim berpotensi meraih medali terutama medali emas dan mereka terpilih hasil seleksi dari kejuaraan di daerah,” kata Ketua Ikasi Kaltim H Muslimin.
Kendala yang dihadapi Ikasi Kaltim adalah anggaran. Mengingat anggar adalah cabang olahraga ekshibisi, praktis Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim tak memberikan biaya yang mau tak mau membuat pengprov harus membiayai sendiri. “Kami berharap bantuan dari daerah untuk membantu masalah pembiayaan atlet-atlet mereka,” harap Muslimin.
Sekadar diketahui, hanya angkat besi, atletik, bola basket, bola voli indoor, bola voli pasir, bulutangkis, dayung, gulat, judo, karate, panahan, pencak silat, renang, senam, sepakbola, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja, taekwondo, tinju dan tarung derajat yang jadi cabang olahraga resmi di Popnas, sisanya yaitu anggar, panjat tebing, sepatu roda dan wushu hanya ekshibisi. “Kami tetap mengirim atlet meski ekshibisi karena ini untuk pembinaan atlet yang berkesinambunga,” ucap Muslimin. (rgn)