Indri dan Rohani yang berlaga di nomor compound menempati peringkat pertama dan kedua dari 28 pemanah dengan skor 692 dan 691. Keduanya sukses melampaui limit yang telah ditentukan oleh Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani), dimana untuk nomor compound putri limitnya 660.
"Sebuah kebanggaan untuk kami. Mudahan prestasi ini bisa dipertahankan sampai SEA Games maupun PON mendatang," ungkap Wakil Ketua I Pengprov Perpani Kaltim, Sugeng Mochdar saat ditemui di KONI Kaltim Jumat (23/10/2020) hari ini.
Pada seleknas lalu Benua Etam menurunkan 18 atlet, selain Indri dan Sephia, di nomor recurve putri ada Ratu Syahla berhasil masuk dalam nominasi, dengan berada di peringkat ketiga dengan skor 628. "Yang diambil hanya peringkat satu dan dua saja. Meski begitu, itu sudah cukup bagus," ujar Sugeng lagi.
Indri dan Rohani sendiri belum masuk dalam training center (TC) Mandiri KONI Kaltim menuju PON dan Perpani Kaltim juga masih menunggu dari pusat terkait pemanggilan mereka oleh PP Perpani, untuk bergabung di timnas. "Mereka belum masuk TC, tetapi nanti akan kami usulkan supaya bisa menjalani latihan dan ini menjadi pembuktian mereka saat membela Kaltim di PON Papua tahun depan," bebernya.
Masuknya Indri dan Rohani memperkuat kontingen Indonesia ke Vietnam bisa jadi modal meraih prestasi dan menjadi andalan Kaltim di PON XX/2021 di Papua. "Itu modal mereka ke PON, mudahan bisa tetap dipertahankan sampai SEA Games," kata Sugeng lagi. (*)
Penulis: Nancy