“Ada 18 orang yang ikut serta dalam lomba ini mewakili Kutai Barat dalam lomba olahraga tradisional belogo dan begasing. Tidak hanya untuk memeriahkan lomba tetapi juga ini sebagai bahan pembelajaran bagaimana kedepannya olahraga tradisional ini dapat juga berkembang di Kutai Barat,” kata Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kubar Alkatib.
Untuk cabang oltrad begasing, Kutai Barat memang masih sangat jauh tertinggal.
“Mulai dari alat alat dan kesiapan sudah memang lebih maju dari Kutai Barat serta kecintaan terhadap oltrad ini sudah tertanam sejak dini. Selain itu banyaknya komunitas juga menjadi pendukung oltrad ini bisa terus berkembang,” sebut Alkatib lagi.
Namun hal tersebut dikatakannya juga jadi pelajaran untuk engembangkan olahraga tradisional di Kutai Barat. Mulai dari memupuk kecintaan oltrad agar bisa menciptakan komunitas yang dapat terus mendukung kelestarian olahraga tradisional ditengah perkembangan jaman dan teknologi.
“Usai kegiatan ini, rencananya kami akan mulai melakukan beberapa program baik di tingkat kecamatan dan sekolah. Sehingga kecintaan terhadap oltrad ini bisa semakin berkembang dan juga dapat melestarikan oltrad khususnya di Kabupaten Kutai Barat. Yang memang butuh bantuan dan dukungan dari Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kutai Barat,” pungkas Alkatib (*)
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur