PON XX Papua dilangsungkan mulai 20 Oktober sampai 2 November 2020. Pemerintah, KONI, dan Panitia Besar (PB) PON sepakat memangkas dari 47 menjadi 37 cabor.
Pertimbangannya antara lain kesiapan venue pertandingan di Provinsi Papua yang belum optimal. Termasuk dalam cabor olimpiade, cabor yang memiliki prestasi internasional, serta potensi prestasi kontingen provinsi Papua.
Meski begitu, KONI Kaltim saat ini masih dalam posisi menunggu dan belum bisa memberikan keterangan resmi terkait pencoretan itu. Cabor yang sekiranya bakal tercoret pun juga belum berkoordinasi dengan KONI Kaltim.
Semuanya masih menunggu kepastian dari pusat. "Belum ada kepastian dari KONI," ungkap Ketua Bidang Organisasi KONI Kaltim, Budhi Iriawan, Minggu (20/10/2019).
Sehingga dirinya belum bisa memastikan perubahan atau pergerakan target prestasi Kaltim pada ajang olahraga terbesar di tanah air itu. Meski sempat mengkhawatirkan proses pembinaan dan persiapan yang telah dilakukan pengprov cabor terkait.
"Bisa jadi akan pengaruhnya," katanya.
Dia ingin KONI secepatnya memberikan solusi yang menenangkan semua pihak. Pasalnya, pengurus cabor terus melakuka proses persiapan untuk berlaga di PON.
“Sebaiknya memang begitu, ada solusi terbaik dari KONI," pungkasnya.
Penulis : Adhi Abdhian
Editor : Hendra