Muslimin mengaku peluang yang Benua Etam berada pada Gabhy Novitha dan Anis Rohadatul. Kedua atlet ini bagian dari timnas Asian Games Jakarta-Palembang lalu.
“Paling tidak dua emas, tetapi, sebenarnya semua berpeluang karena untuk peta kekuatan di nasional sudah merata, yang jelas kami berharap Gabhy dan Anis bisa tampil maksimal dengan pengalaman mereka saat di Asian Games lalu,” ujar Muslimin.
Ditambahkannya, atlet-atlet yang diturunkan tersebut merupakan yang terbaik di Benua Etam, karena sudah berdasarkan hasil seleksi ketat yang dilakukan beberapa waktu lalu, baik di nomor sabel, degen dan floret, untuk perorangan maupun beregu.
“Iya, jadi 70 persen atlet yang kami turunkan ini atlet-atlet baru yang terbaik didaerah mereka dan pastinya belum terbaca oleh lawan, kami berharap nantinya ada kejutan yang diberikan atlet kami ini dan ini menjadi pengalaman bagi mereka,” harapnya.
Selain itu, ajang kejurnas ini sebagai persiapan menuju Pra PON 2019 ke PON 2020 di Papua. Apalagi ada wacana cabor anggar akan memberlakukan batasan usia di PON mendatang.
“Harapannya ajang kejurnas ini jadi bahan persiapan serta antisipasi kami jika setelah Munas Ikasi di Bali sudah ditetapkan batasan usia di PON. Jadi kami bisa lebih siap dan hanya tinggal pematangan saja,”pungkasnya. (rgn)