“Dana terakumulasi, termasuk biaya TC (Training Center) dan keberangkatan ada Rp5 miliar. Termasuk yang di Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kubar kurang lebih Rp1 miliar yang juga untuk membeli alat tanding. Selebihnya adalah juga untuk biaya selama mengikuti Porprov,” tambah Untung Surapati.
Untung yang periode sebelumnya menjabat Sekretaris KONI Kubar, menjelaskan dukungan pemerintah terhadap Porprov Kaltim itu sedang dalam proses. Untuk pakaian kontingen atau training pack dan alat tanding disiapkan Dispora.
Soal keberangkatan, Pemusatan Latihan atau TC dan selama pelaksanaan kegiatan akan dibiayai melalui APBD Perubahan tahun 2018. “Bicara cukup atau tidak, KONI akan menyesuaikan. Melihat 28 cabor yang diikuti, akan dilakukan efesiensi agar cukup. Walaupun KONI daerah lain memiliki anggaran lebih besar,” jelasnya.
Dikatakannya, saat ini sebagain besar cabor telah melakukan TC, terdiri dari kategori beladiri, terukur, permainan dan beregu. “Memang harus ada proses seleksi dengan kualifikasi untuk tentukan yang mendapatkan tiket ke Porprov,” kata Untung Surapati.
Bicara kesiapan atlet yang akan bertarung, terus dimantapkan. Menurut Sekretaris KONI Kubar, Tobias Kainama, KONI Kubar tidak memberikan target tinggi pada setiap cabor. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, Cabor Dayung dan Muaythai diyakini akan menyajikan prestasi lebih membanggakan.
Cabor Dayung pernah meraih 11 emas dari 22 nomor yang dipertandingkan pada Porprov Kaltim tahun 2014 di Kota Samarinda. Cabor Muaythai bahkan meraih 11 emas, 4 perak dan 5 perunggu pada Kualifikasi atau Pra Prorprov Muaythai di GOR Anggar, Polder Air Hitam Samarinda, Desember 2017.
“Masuk November 2018, TC akan diadakan oleh KONI Kubar,” imbuhnya. (imr)