Ketua Harian Pengprov PKSI Kaltim, Ahmad Sophian Gafur mengatakan pihaknya mengaku dari 4 nomor yang dipertandingkan, tim Benua Etam hanya mengikuti 3 kelas yakni junior K4, senior K4 dan senior K8.
“Kalau target dari 3 nomor itu, untuk junior kami emas itu melihat dari hasil kejurnas 2016 kami juara satu sedangkan untuk senior paling tidak bisa masuk dalam zona medali di K 8 untuk memperbaiki peringkat, artinya kami memang lebih fokus ke senior karena persiapan untuk menuju Pra-PON 2019,” tuturnya.
Sophian berharap atlet tampil maksimal dan memenuhi target. Pasalnya persiapan tim sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu dengan menggelar TC Mandiri dengan biaya pengprov. Apalagi atlet yang akan tampil di Kejurnas terpilih berdasarkan hasil seleksi ketat.
“Dari tiga bulan lalu kami sudah TC Mandiri melalui sejumlah tahapan. Kejurda itu seleksi atlet, lalu kita saring lagi di Pelatda sampai TC Mandiri. Semua biaya dari pengprov,” tuturnya.
Sementara, Zuhdi Yahya menaruh kepercayaan tinggi terhadap atlet korfball Kaltim membawa pulang medali. Menurutnya Kejurnas ini nantinya sekaligus menjadi pembuktian tim korfball Kaltim untuk mempersiapkan diri ke PON XX/2020 di Papua.
“Korfball ini tergolong cabor baru, di PON Jabar lalu masih eksebisi dan di Papua sudah dihitung medali, harus ada target nantinya ditambah dengan prestasinya yang sudah cukup membanggakan. Harapan kami dengan kejurnas ini peringkatnya bisa ditingkatkan lagi. Sehingga jadi modal untuk PON mendatang,” pungkasnya. (rgn)