Meski demikian, Bachtiar dan Bayauw sudah mengikuti latihan resmi kemarin sore, di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Namun keduanya masih berkutat dengan bola saja untuk mengembalikan ball feeling saja, belum bisa bergabung dengan rekan-rekannya saat game. Sementara Mouricio masih terpisah.
Asep mengaku terus memantau ketiga pemain tersebut hingga sehari sebelum laga digelar. Jika memang benar-benar pulih, maka Asep tidak ragu untuk menurunkan pemain tersebut. “Kita harus tunggu 100%,” tuturnya.
Kalau memang tidak fit, sambungnya, Ia akan memilih pemain yang lebih siap. Asep menegaskan tidak ada keraguan untuk tidak menurunkan ketiga pemian tersebut meski sangat membutuhkan tenaganya.
“Lebih baik pemain yang fit (dimainkan, Red.). Walaupun bukan pemain inti tapi mereka akan fight karena ingin membuktikan kapasitasnya,” ungkap Asep.
Ulasan Asep tidak terlalu berlebihan mengingat pekan lalu Naga Mekes mampu mengalahkan Arema FC meski tanpa sejumlah pemain utamanya. Selain ketiga pemain yang cedera itu, Asep juga kehilangan M Rafli dan Septian David Maulana yang mengikuti TC timnas U-23 untuk menghadapi Asian Games 2018, serta kehilangan Rendi dan Danny Guthrie yang akumulasi.
Menghadapi Pesut Etam, Asep ternyata tidak memasang target tinggi. Pelatih asal Jawa Barat ini berharap Mitra Kukar pulang dengan membungkus satu poin. “Paling tidak kita bisa menahan imbang mereka,” tegasnya.
Terpisah, Offical Media (MO) Mitra Kukar M Agri Winata memastikan laga Borneo FC dan Mitra Kukar FC akan digelar di Stadion Batakan, Balikpapan. Borneo harus menjadi tim musafir setelah PSSI melarang tim kesayangan warga Samarinda ini memainkan laga kandangnya di Stadion Segiri, lantaran penerangannya tidak sesuai standar.
“Hasil Verifikasi terakhir, kapasitas lampu penerangan Stadion Segiri hanya 400 lux saja, dibawah standar LIB yang minimal 800 lux. Jadi Borneo harus pindah kandang, untuk laga lemawan Mitra Kukar, Borneo pilih Stadion Batakan,” tuturnya. (kk)