“Besok (hari ini) saya akan koordinasi ke KONI Kaltim untuk membicarakan masalah rekomendasi Pertina Kaltim, untuk mencari jalan keluar terbaiknya. Kami akan mendatangi Wakil Ketua I KONI Kaltim, Andi Harun,” kata Nasir.
Sebelumnya Nasir mengaku sempat melakukan pertemuan dengan Andi Harun untuk mebahas masalah ini dan sepakat menunggu surat jawaban dari PP Pertina terkait sah tidaknya Musorprov tersebut, tetapi ternyata balasan surat berbeda dengan yang diharapkan.
“Seharusnya mereka itu jawab sah atau tidak, nah ternyata jawabannya malah justru disuruh koordinasi dengan KONI Kaltim. Kalau jawabannya itu sah berarti rekomendasi bisa keluar dan kalau tidak langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya, seharusnya seperti itu dan kalau begini sama saja memberikan bola panas ke KONI Kaltim,” ungkap Nasir.
Yang dipermasalahkan Nasir adalah PP Pertina yang tidak hadir dalam Musorprov Pertina dan ini sudah tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART). Tetapi, dalam AD/ART tidak tertulis jika tidak dihadiri itu tidak sah.
“Saya juga sehari sebelum pelaksanaan Musorprov sudah melakukan komunikasi dengan ketua PP Pertina dan kami sudah menyampaikan undangan sehari sebelumnya walaupun memang terlambat dan mereka mengatakan akan upayakan mengirim utusan, tetapi kalau memang tidak ada yang hadir dari pusat tetap dilanjutkan karena mereka sudah mengetahui,” papar Nasir.
Nasir menyatakan saat pertemuan dengan Andi Harun juga sempat melakukan komunikasi dengan Ketua Harian PP Pertina dan juga berbicara dengan perwakilan KONI tersebut dan tidak tahu apa yang mereka bicarakan. “Yang jelas dari pembincaan saya dengan Ketua Harian PP Pertina itu mereka tidak ada masalah dan sebenarnya ini hanya kebijakan saja lagi,” sebut Nasir. (rgn)