Hanya saja Kaltim terkendala persiapan yang minim, dimana waktu berkumpul pemain untuk saling memahami memang diakuinya sangat kurang, sehingga persiapan terjun di kejurnas tersebut menjadi kurang maksimal.
Meski demikian, raihan tersebut melampauai target yang dibebankan pengurus, dimana tim softball Kaltim hanya ditargetkan masuk di 4 besar saja.
“Berkat tekad dan disiplin mengantarkan kita semua sampai ke final ini, melampaui target kami sebagai pelatih dan target pengurus juga yaitu empat besar,” ujarnya.
Tim pelatih akan melakukan evaluasi usai gelaran tersebut, agar softball putra Kaltim pada PON XX/2020 Papua bisa lebih maksimal. “Ini adalah persiapan awal kita semua” tandasnya.
Wakil ketua Umum Direktorat Softball Kaltim memberikan apresiasi atas prestasi softball Kaltim. menurutnya punggawa softball Kaltim sudah maksimal meski menjalani dua laga dalam sehari, yakni semifinal melawan Jabar dan final melawan Sultra.
“Tim sudah bermain maksimal, mereka sudah all out bermain saat melawan Jabar, itu game yang sangat luar biasa, dilanjutkan dengan game final pada hari yang sama dengan hanya istirahat kurang dari 2 jam,” ujarnya. (rgn)