“Robin dan Projo mewakili Indonesia, kalau Gani dan Firman mewakili klub mereka. Ini jadi kesempatan mereka untuk mengasah kemampuan dan kami harapkan bisa meraih prestasi terbaik,” sebut Papah.
Agenda tahunan dari PB ISSI tersebut merupakan kejuaraan yang memang dikhususkan bagi senior, karena untuk pelaksanaan PON mendatang mereka tidak bisa ikut karena ada batasan usia.
“Untuk berlaga di PON maksimal usia 21 tahun dan ini merupakan hasil dari rakernas, jadi tour de Indonesia ini kelas master disediakan khusus untuk pebalap senior,” jelasnya.
Sementara atlet yang dipersiapkan untuk ke PON XX/2020 di Papua diakuinya mereka mengandalkan pebalap-pebalap muda.
“Kami mempersiapkan atlet-atlet muda mulai sekarang ini, walaupun tidak banyak tetapi mereka yang kami persiapkan memiliki potensi medali dan kami optimis mereka bisa lolos dari Pra-PON tahun depan,” ucapnya.
Pada balapan hari pertama etape 1 kemarin, Projo berada di posisi kedua, dikalahkan pebalap sepeda asal Swiss Page Dylan. Pembalap berusia 23 tahun itu mampu mengungguli Projo Waseso dan Abdul Gani.
Berlaga di etape pertama Tour de Indonesia yang dimulai dari pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, dan finis di Alun-alun Kota Ngawi, Dylan mampu mencatat waktu tercepat. Dalam jarak tempuh 124,7 kilometer, pembalap Tim Sapura Cycling itu mampu mencatat waktu 2 jam 41 menit 54 detik.
Sementara itu, andalan Timnas Balap Sepeda Indonesia, Projo Waseso, berada di urutan kedua, dengan catatan waktu 2 jam 41 menit 58 detik. Atlet asal Indonesia lainnya, Abdul Gani, berada di posisi ketiga. Atlet yang membela KFC Cycling Team mencatatkan waktu 2 jam 42 menit 00 detik.
Wakil Indonesia lainnya, Robin Manullang yang membela PGN Road Cycling Team, berada di posisi keempat dengan catatan waktu 2 jam 42 menit 01 detik. Selanjutnya, Tour de Indonesia 2018 akan memasuki etape 2 hari ini. Etape 2 akan dimulai dari kota Madiun menuju Mojokerto, dengan jarak tempuh 115,7 km. (rgn/vnc)