Harapan Projo untuk tampil di TdI tertutup saat klub tak meloloskannya masuk skuat. Tak kehabisan akal, Projo melamar ke Timnas. Dia yakin Timnas butuh pebalap untuk tampil di TdI setelah beberapa pebalap direkrut tim asing. “Saya yakin akan mendapatkan kesempatan bergabung dengan Timnas. Pokoknya yakin saja,” sambungnya.
Rupanay Projo antusias untuk tampil di TdI untuk memberikan pembuktian. Dia ingin berebut tiket ke Timnas Asian Games di kategori permainan. Selain itu, hadiah uang tunai membuatnya tergiur. Dengan berkelakar Projo menyebut hadiah itu untuk anaknya yang baru berusia satu bulan. “Buat tambahan beli popok lah he he he,” ujar Projo. yang akan berulang tahun ke-31 pada 25 September nanti.
Terkait dengan persiapan ke Asian Games, Projo menyatakan cukup berat persaingan di ajang itu. China, Hongkong, dan beberapa negara pecahan Uni Soviet, seperti Uzbekistan, Turkmenistan, Kazakhstan, dan Kyrgystan, dianggap jadi lawan terberat. “(Negara kuat) China, Hongkong, dan negara-negara yang nama belakangnya “Tan”, Uzbekistan, Turkmenistan. Mereka punya pengalaman banyak. Persiapan mereka juga sudah lama,” kata Projo.
“Kalau soal kuat, kami juga kuat. Tapi mereka rata-rata sudah pro-tour, pengalamannya banyak. Makanya, tur-tur seperti ini (Tour de Indonesia 2018) sangat penting,” imbuhnya. (vnc)