“Tetapi, saat ini kami sudah ada beberapa atlet junior yang memang nantinya akan diproyeksi dipersiapkan menuju PON Papua, apalagi mereka ini masih junior sehingga saat PON nanti mereka bisa lebih matang dan kami berharap karate Kaltim bisa banyak bicara nantinya,” ungkapnya.
Atlet yang disiapkan tersebut, lanjut Jony, saat ini sedang menjalani program pembinaan di masing-masing perguruan, maupun klub-klub yang menaungi mereka. Pengprov hanya tinggal melakukan pemantauan, termasuk dengan pembinaan di pengurus cabang (pengcab) kabupaten/kota.
“Karena ini tahunnya porprov, makanya kami ingin melihat sejauh mana pembinaan yang dilakukan oleh baik dari perguruan, klub maupun pengcab di daerah. Kami berharap, persaingan bisa ketat, sehingga akan banyak bermunculan atlet-atlet potensial,” terangnya.
Jony juga menambahkan, meski memang pada gelaran PON batasan usia hingga 35 tahun untuk kategori kata dan 17-30 kumite, tetapi dari pihaknya tetap akan membina atlet juniornya sedangkan untuk atlet eks PON hanya beberapa saja.
“Iya, kami ingin atlet yang kami turunkan ini semuanya yang memang masih muda-muda. Artinya, ada regenerasi atlet, karena memang potensi yang junior ini sangat besar, makanya kami ingin pembinaan itu bisa berkesinambungan dalam memunculkan bibit atlet,”pungkasnya. (rgn)