Sedangkan untuk katagori junior, Samarinda mampu menjadi yang terbaik dengan raihan 7 emas, 4 perak dan 7 perunggu.
Ketua panitia pelaksana Abdurachman mengatakan, selama ini peta kekuatan silat memang berada Samarinda Kukar dan Balikpapan. Tapi dirinya salut dengan Mahulu (Mahakam Ulu) yang baru untuk pertama kalinya berlaga di even ini tetapi prestasinya sudah mampu bersaing dengan daerah lainnya yang lebih dahulu terbentuk kepengurusannya.
“Kami tidak manyangka ternyata Mahulu walaupun masih baru sudah bisa mempersembahkan medali emas. Artinya ada keseriusan dari kepengurusannya dalam melakukan pembinaan kepada atlet-atletnya, mudahan kedepannya peta kekuatan bisa lebih merata lagi,” ungkap Abdurachman.
Juara 1 hingga 4 dipastikan lolos ke Porprov VI/2018 di Kutim secara otomatis. Untuk 3 slot lagi, sambungnya, harus diseleksi kembali saat hari terakhir Sabtu (16/12) lalu. “Masing-masing nomor itu diambil hingga peringkat 7 ditambah tuan rumah ada 8 pesilat yang akan berlaga di porprov. Sehingga kami berharap nantinya mereka usai ini masing-masing daerah sudah mulai mempersiapkan program latihan menuju Porprov nanti,” terangnya.
Sementara itu, dua pesilat Kaltim Iqbal Chandra dan Almasyah mendapatkan wild card ke porprov. Sebab saat ini mereka tengah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk persiapan menuju Asian Games 2018 tahun depan.
“Kami memberikan wild card untuk mereka berdua karena mereka sedang fokus menjalani program pelatnas. Nah, kami juga berharap nanti mereka ini bisa menjadi motivasi bagi pesilat lainnya untuk mengikuti jejak mereka,” pungkasnya. (rgn)