“Opsi penambahan masih dalam tahap kajian oleh pemerintah,” kata Rico dikutip dari Antaranews, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, proses pengkajian dilakukan untuk memastikan rencana pembelian sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia.
Rico juga memastikan hingga saat ini belum ada kontrak baru antara Pemerintah Indonesia dan Prancis terkait penambahan 24 pesawat tempur Rafale.
Seperti diketahui, Indonesia dan Prancis dikabarkan membuat opsi transaksi 24 pesawat tempur Rafael.
Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram khusus informasi pertahanan @isds.indonesia, dijelaskan bahwa pembahasan opsi itu muncul saat pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron beberapa waktu lalu.
Indonesia sendiri sudah memilik tiga pesawat Rafale, hasil dari kontrak pembelian 42 pesawat yang telah ditandatangani Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Ke-42 pesawat tersebut datang secara bertahap, dimulai dari gelombang pertama kedatangan tiga pesawat tempur pada awal 2026 lalu. (*)
Editor: Erwin