“Revitalisasi itu merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penguatan mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana,” ungkapnya dikutip dari Antaranews, Minggu (22/2/2026).
Pada 2025, pemerintah telah menuntaskan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan capaian 100 persen. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperluas jangkauan program pada tahun berikutnya. “Tahun 2026 proses revitalisasi terus berjalan,” tuturnya.
Saat ini, sebanyak 11.470 satuan pendidikan telah dialokasikan dalam APBN 2026. Kemendikdasmen tengah mengajukan tambahan anggaran untuk 60 ribu satuan pendidikan lainnya.
Apabila tambahan tersebut disetujui, maka pada tahun 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi lebih dari 71.000 satuan pendidikan secara nasional.
“Saya berharap, sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia dapat tersentuh program revitalisasi secara bertahap,” katanya.
Ia menjelaskan, program revitalisasi tahun 2026 akan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah berdasarkan hasil penelitian kementerian.
Skema tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi di daerah.
“Material pembangunan diutamakan berasal dari toko-toko setempat dan tenaga kerja melibatkan masyarakat sekitar,” tutupnya.
Editor: Erwin