Dalam video dan foto yang beredar di media sosial terlihat seorang perempuan terbaring dalam peti mati berwarna putih dengan sedikit menggerakkan lengan dan kepala, mengejutkan mereka yang sedang mempersiapkan upacara kremasi
Melansir dari laman The Associated Press Rabu (26/11/2025) hari ini, peristiwa terjadi Minggu (23/11/2025) lalu ketika saudara laki-lakinya dan pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas tersebut sedang bersiap untuk memulai proses kremasi atau pembakaran jenazah hingga jadi abu.
Perempuan itu dibawa oleh saudara laki-lakinya dari Provinsi Phitsanulok yang berjarak lebih dari 500 kilometer untuk memenuhi keinginan mendonorkan organ bagian dalam wanita lanjut usia itu ke sebuah rumah sakit di Bangkok. Namun karena tidak memiliki surat keterangan kematian, pihak rumah sakit tidak dapat menerima jenazahnya, sehingga saudara laki-lakinya beralih ke kuil yang terkenal menawarkan layanan kremasi gratis.
Manajer umum dan keuangan kuil Pairat Soodthoop menjelaskan kalau penemuan wanita masih hidup dalam peti jenazah itu terjadi saat mereka sedang berusaha mendapatkan surat kematian. Ketiadaan dokumen resmi yang tidak diberikan oleh saudara laki-laki perempuan tersebut menyebabkan penolakan awal dari pihak kuil.
Saat itu, staf mendengar suara ketukan samar dari peti mati. "Saya agak terkejut, jadi saya meminta mereka untuk membuka peti mati dan semua orang terlonjak, " jelas Soodthoop. "Saya melihatnya membuka matanya sedikit dan menggedor-gedor sisi peti mati. Dia pasti sudah menggedor-gedor cukup lama," sebutnya lagi.
Seperti yang terlihat dalam video yang diunggah dilaman Facebook kuil, perempuan itu yang masih berada di dalam peti mati menunjukkan gerakan-gerakan yang nyata, mendorong staf untuk segera bertindak. Perempuan itu ditemukan dalam kondisi yang memburuk dan hampir tidak bisa bergerak di dalam peti mati.
Staf kuil kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat untuk perawatan medis dan kepala biara kuil menurut staf di pusat keagamaan tersebut, setuju untuk menanggung biaya pengobatan akibat insiden tersebut .
Awalnya perempuan itu terbaring di tempat tidur selama kurang lebih dua tahun karena kesehatannya yang menurun. Dua hari sebelum dipindahkan, ia tidak responsif dan tampaknya berhenti bernapas sehingga keluarganya berasumsi si wanita tua meninggal dunia namun tanpa konfirmasi ke pihak medis mengenai kepastian kematiannya.
Saudara laki-lakinya yang yakin ia telah meninggal menempatkannya di dalam peti mati dan memulai perjalanan ke Bangkok, berharap dapat memenuhi keinginan terakhir saudara perempuannya itu untuk donasi organ tubuh.
Rumah sakit di ibu kota menolak donasi tersebut karena tidak memiliki surat keterangan kematian, sehingga saudara tersebut mencari layanan kremasi gratis di kuil Nonthaburi. Disana, ketika pengurus kuil sedang menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan dokumen tersebut, ketukan tak terduga terjadi.
Menurut informasi yang dipublikasikan oleh media lokal Thailand News , dokter mendiagnosis pasien tersebut mengalami hipoglikemia berat yaitu kadar gula darah yang sangat rendah dan memastikan pasien tersebut tidak mengalami gagal jantung atau pernapasan.
Komitmen kepala biara kuil untuk menanggung biaya pengobatan ditegaskan kembali setelah wanita tersebut dipindahkan ke rumah sakit.
Editor: Aspian Nur