“Saya tegaskan itu tidak ada. Kwarda Kaltim tidak pernah mengeluarkan rekomendasi seperti itu. Jangan sampai masyarakat mengira ini resmi atau sepengetahuan kami,” ujar Fachruddin melansir dari antaranewskaltim.com Rabu (16/4/2025) hari ini.
Menurut Fachruddin, dari data yang diterima, oknum tersebut juga melampirkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka yang diduga palsu. Dalam KTA tersebut, tertera nama Ketua Kwarda yang berbeda dengan data resmi.
“Di tahun 2022, Ketua Kwarda Kaltim masih Ibu Noorbaiti Isran (almarhumah) tapi di KTA yang dibawa oknum itu, tertulis nama Irjen Pol. Ike Edwin sebagai ketua. Ini jelas tidak benar dan sudah direkayasa,” tegasnya.
Oknum tersebut juga disebut mengatasnamakan organisasi bernama Anggota Pramuka Luar Biasa (APLB) Cacat Tuna Rungu Indonesia yang mana Kwarda Kaltim tidak membawahi organisasi tersebut secara struktural.
“Organisasi Pramuka berkebutuhan khusus itu biasanya dibina melalui gugus depan di SLB (sekolah luar biasa), bukan langsung dibawah Kwarda. Kalau ada kegiatan resmi, harus ada pengantar dari sekolah, kwarran dan kwarcab,” jelas mantan Kepala Dispora Kaltim ini.
Gerakan Pramuka tidak pernah melakukan penggalangan dana dalam bentuk meminta sumbangan secara khusus ke instansi atau organisasi tertentu. Justru menurutnya, Pramuka identik dengan kegiatan sosial dan gotong royong.
“Kalau kami ada kegiatan semacam keliling Indonesia atau program nasional, itu pasti dikoordinasikan dengan instansi terkait. Misal program pelayaran nasional nusantara dari satuan karya bahari resmi pakai kapal perang Angkatan Laut (AL) dari Tanjung Priok ke Makassar. Itu resmi, jelas dan dananya terstruktur,” paparnya.
Fachruddin mengimbau semua instansi dan masyarakat untuk waspada jika menerima permintaan sumbangan yang mengatasnamakan Pramuka. “Abaikan saja atau kalau ragu silakan konfirmasi langsung ke Kwarda Kaltim,” tutup Fachruddin.
Editor: Aspian Nur