Walau tidak terlalu berpengaruh, Arifki menilai forum debat capres tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Karena publik akan menantikan kata-kata mutiara dari masing-masing paslon yang nantinya akan jadi bahan perbincangan di mana-mana.
“Tapi kuote-kuite yang menarik akan jadi perbincangan. Akan jadi headline di media massa. Tapi bagi saya tetap saja debat tidak bisa menjadi agenda yang menentukan publik untuk memilih,” ujar Arifki.
Arifki percaya yang akan mempengaruhi tingkat elektabilitas kandidat peminpin adalah rekam jejak serta kerja konkret yang mampu mereka tawarkan kepada masyarakat. Selain itu lanjut Arifki, elektabilitas juga akan dipengaruhi oleh nilai tawar masing-masing kandidat yang sudah terbentuk sejak semua kandidat masih berstatus sebagai bakal calon.
Arifki menambahkan debat akan sangat penting bagi warga yang berasal dari kalangan intelektual. Selain itu ia menyarankan setiap kontestan menjadikan ajang debat sebagai sarana untuk menerangkan ide-ide dan gagasan yang sesuai dengan keinginan publik saat ini.
“Kalau paslon mampu memberikan pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan keinginan publik, saya yakin akan dapat mempengaruhi pilihan masyarakat,” kata Arifki menambahkan.
Diketahui debat perdana Pilpres 2024 digelar di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023) malam. Tema debatnya adalah pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga. Prabowo adu gagasan dengan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Editor: Maruly Z