Kerjasama yang sudah terjalin diantaranya program kerjasama Transmigration Area Development (TAD), kemudian Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) maupun Deutsche Gesselschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ).
"Kami sangat mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin sudah sangat lama antara Indonesia dengan Jerman. Kami berharap kerjasama tersebut dapat terus berlangsung dan tidak pernah berhenti, karena dampaknya memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kaltim dalam berbagai sektor termasuk program masalah lingkungan maupun sosial ekonomi," kata Hadi Mulyadi di Kantor Gubernur Kaltim dilansir dari antaranews.com Selasa (30/5/2023) hari ini.
Hadi berdiskusi terkait pendidikan, lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur khususnya pedesaan dan pedalaman, termasuk komitmen Pemprov Kaltim dalam menjaga lingkungan dan hasilnya Kaltim satu-satunya daerah yang telah mendapatkan kompensasi dari Bank Dunia melalui program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF).
Tujuan utama delegasi Jerman ini, untuk melihat langsung proyek produksi dan pendapatan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah iklim atau Sustanable and Climate Friendy Palm Oil Production and Procurement (SCOPOPP), yang didanai oleh prakarsa iklim internasional Pemerintah Federal Jerman.
Ms Ina Lepel berterima kasih dan apresiasi kepad Pemprov Kaltim khususnya kepada Hadi Mulyadi yang telah menerima kunjungannya mereka.
Maksud kunjungan ke Kaltim disebut Ina Lepel ingin melihat langsung proyek produksi dan pendapatan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah iklim di Kabupaten Kutai Timur, khusus Kecamatan Kombeng dan Wahau.
"Kami juga akan bertemu dengan 9 pengurus koperasi di Kutai Timur yang susah mendapatkan sertifikasi, termasuk melihat inisiatif dari koperasi pekebun termasuk mengunjungi pabrik kelapa sawit disana,” paparnya.
Editor: Aspian Nur