Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam rilisnya di media sosial menegaskan gempa memang tidak berpotensi tsunami.
“Hasil pemodelan gempa selatan Jawa Timur Mag. 5,2 pagi ini menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena magnitudonya yang relatif kecil dengan kedalaman menengah maka tidak mneyebabkan gangguan kolom air laut,” ujar Daryono.
Hingga pukul 07.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan ( aftershock ) pasca gempa selatan Jawa Timur tersebut.
“Gempa dirasakan di Kulon Progo, Bantul, Wonogiri, Gunungkidul, Pacitan, Cilacap, Karangkates, Ponorogo, Nganjuk, Blitar, Trenggalek Klaten dan Karanganyar, juga terasa di Lumajang, Madiun dan Kepanjen,” ungkap Daryono.
Gempa di selatan Jawa Timur Mag. 5,2 dengan kedalaman hiposenter 103 km pagi ini dipicu adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Pulau Jawa di Zona Benioff.
Editor: Aspian Nur