
Sektor industri pengolahan tumbuh karena Pemerintah memberikan fasilitas PPnBM otomotif untuk menggerakkan sektor pengolahan. Sektor konstruksi juga tumbuh akibat pemberian insentif PPN Properti oleh Pemerintah yang dilanjutkan sampai tahun ini.
Pemerintah juga telah memutuskan untuk memperpanjangan pemberian subsidi KUR 3 persen untuk mendorong produktivitas UMKM. “Ekonomi kita bergantung pada konsumen, bergantung pada industri pengolahan, belanja pemerintah dan tentu saja yang terkait juga dengan investasi. Itu adalah beberapa engine of growth dari pada Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Pimpinan Polri tahun 2020 di Jakarta Rabu (2/03/2022) hari ini.
Dalam memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi ini, pemerintah memutuskan untuk terus mendorong berbagai program pemulihan ekonomi nasional salah satunya di sektor perlindungan sosial melalui Bantuan Tunai untuk PKL, Warung, dan Nelayan (BT-PKLWN).
Pada tahun 2021, bantuan tersebut berhasil disalurkan hampir 99 persen dengan bantuan TNI-Polri.
Berdasarkan hal tersebut, Airlangga mengatakan Presiden Joko Widodo memutuskan program BT-PKLWN kembali disalurkan dengan bantuan TNI-Polri pada tahun 2022 dengan target yang berbeda yaitu untuk penanganan kemiskinan ekstrem di 212 kabupaten/kota.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada segenap jajaran Polri yang telah mengawal kebijakan ekonomi sekaligus juga penanganan Covid-19 yang saya yakin akan berbeda apabila kita tidak mendapatkan dukungan yang luar biasa dari Bapak Kapolri dan jajarannya,” ucap Airlangga.
Selanjutnya, Airlangga mengatakan bahwa di tahun 2022 Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen.

Pertumbuhan tersebut bisa dicapai apabila penanganan Covid-19 berjalan dengan baik. Dalam rapat dengan Presiden Joko Widodo, pemerintah telah mempersiapkan roadmap transisi dari pandemi menuju endemi.
“Selain disiapkan terkait pre kondisi kesehatannya, kami siapkan juga terkait pelayanan kesehatan. Namun kegiatan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi perlu terus kami dorong karena momentum kami untuk tumbuh lebih tinggi ada di tahun 2022. Diketahui proyeksi pertumbuhan di dunia di tahun 2023 lebih rendah dari tahun 2022, sehingga momentum bagi Indonesia tumbuh kita harus dorong dan maksimalkan di tahun 2022,” ujar Airlangga.
Terkait dengan transformasi ekonomi Indonesia, Airlangga mengatakan pemerintah terus mendorong pemulihan daya beli dan diversifikasi ekonomi dengan melakukan reformasi struktural.
“Dengan reformasi struktural, sekarang kita naik ke upper middle income country, dan tentu kita berharap bahwa kita bisa mencapai lepas dari middle income trap antara tahun 2030 – 2035. Presiden akan menggenjot investasi yang akan mendorong kita lepas dari middle income country dan di tahun 2045 kita menjadi top 10 negara dunia. Bahkan jika Indonesia berada pada track yang benar, akan termasuk dalam 5 negara dengan ekonomi besar di dunia,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan selama Presidensi G20, dukungan seluruh jajaran Polri juga dibutuhkan untuk mendukung kelancaran sampai acara puncak yang akan diselenggarakan di bulan November di Bali.
“Manfaat Presidensi G20 ini perlu kami sampaikan kepada masyarakat momen ini berdampak pada konsumsi dalam negeri sebesar 1,7 triliun rupiah, menambah PDB sebesar 7,4 triliun, dan tenaga kerja langsung 33 ribu, serta memberi manfaat ekonomi melebih saat gelaran IMF World Bank 2018 lalu,” pungkas Airlangga. (*/kk)
Editor: Aspian Nur