“Perguruan tinggi harus menjadi laboratorium lahirnya prestasi olahraga, itu sejalan dengan DBON. Bukan hanya desainnya tapi implementasi kami wujudkan nyata. Sentra-sentra yang ada di DBON langsung kami tempelkan dengan perguruan tinggi," ujar Amali dikutip dari laman resmi Kemenpora.go.id Minggu (27/2/2022) hari ini.
Menurutnya, sebagai implementasi di sejumlah daerah ada sentra-sentra olahraga misalnya sentra Jawa Timur langsung dengan Unesa surabaya, untuk sentra Jawa Tengah Unnes, Jawa Barat dengan UPI Bandung dan untuk sentra DKI dengan Universitas Negeri Jakarta.
“Alasannya karena sport science menjadi panduan utama baik hulunya kebugaran maupun hilirnya prestasi. Tidak ada lagi hanya mengandalkan bakat, talenta, kemampuan yang sudah ada secara alam, pasti jauh ketinggalan dengan negara-negara lain kalau tidak menempatkan sport science sebagai pemandu utama dari olahraga nasional,” papar Amali.
"Kami meyakini tempat yang paling tepat untuk menjadi laboratorium sport science itu adalah peguruan tinggi bukan tempat lain," tegasnya.
Amali juga berbicara mengenai pemanfaatan venue dan sarana olahraga setelah Pekan Olahraga Nasional (PON), salah satunya diharapkan dimanfaatkan oleh perguruan tinggi.
"PON Papua kami arahkan mislanya untuk pembangunan akomodasi atau penginapan bekerjasama dengan peguruan tinggi, dengan Universitas Cendrawasih dan perguruan-perguruan tinggi lain sehingga bisa digunakan oleh mahasiswa sebagai asrama mahasiswa, venue juga bisa digunakan untuk kampus dan seterusnya," sebutnya.
Editor: Aspian Nur