
Airlangga menegaskan, pemerintah membuka
peluang besar kepada siapapun untuk menjadi wirausaha melalui berbagai
program. Baik berupa program pembiayaan melalui Kredit Usaha rakyat
(KUR), pelatihan pengembangan kemampuan, hingga pelatihan digital untuk
mendukung pengembangan usaha. Menko mendorong banyak muncul wirausaha
muda dari mahasiswa UWKS.
“Saya berharap agar mahasiswa selalu
mengikuti perkembangan zaman dan mengasah diri untuk menjadi
entrepreneur. Seperti moto UWKS yakni ‘Anggung Wimbuh Linuwih’, agar
mahasiswa selalu tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik serta
pertahankan nilai-nilai bangsa dan budaya Indonesia,” tutur Airlangga
saat memberi Kuliah Umum di UWKS, Sabtu (19/2/2022).
Menurut
Menko Perekonomian, munculnya wirausaha dari mahasiswa maupun generasi
muda Indonesia bisa membangkitkan perekonomian nasional.
Hal
ini dibutuhkan karena saat ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.
Airlangga optimistis, jiwa kewirausahaan yang kian banyak membuat
Indonesia keluar dari pandemi Covid-19.
“Saya yakin kita bisa keluar sebagai juara dari pandemi Covid-19 ini,” ujar Menko Airlangga.
Ketua
Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan, pemerintah telah menyiapkan
banyak program untuk mendorong peningkatan kualitas generasi muda
Indonesia. Antara lain, melalui Program Bidik Misi/Kartu Indonesia
Pintar Kuliah yang akan menjangkau 713,8 ribu mahasiswa, Beasiswa
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk 8.600 mahasiswa baru dan 20.090
mahasiswa on going, bantuan operasional sekolah yang akan menyasar 8,8
juta siswa, serta program Indonesia Pintar yang akan diterima oleh 20,1
juta siswa.
Namun, Airlangga mengingatkan, akselerasi dalam
meningkatkan kualitas SDM dan transformasi ekonomi memerlukan koordinasi
dan sinergi dengan perguruan tinggi.
Secara khusus UWKS
diharapkan terus dapat bekerjasama mendorong Pendidikan Tinggi agar
dapat mengembangkan riset-riset yang inovatif, dan juga dapat terus
berinovasi, serta ikut dalam memberdayakan masyarakat.
Airlangga
yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, Indonesia saat ini tengah merasakan
bonus demografi dengan mayoritas generasi muda usia produktif (16 s.d.
30 tahun).
Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat Statistik
tahun 2020, Indonesia memiliki 64,50 juta pemuda dari total 270,20 juta
penduduk. Bonus demografi ini tentunya akan mendorong produktivitas dan
dari segi demand. Oleh karena itu, peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) menjadi sangat krusial.
“Melalui APBN 2022,
pemerintah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM. Anggaran
yang telah disiapkan adalah sebesar Rp 542,8 triliun dan ini
dipergunakan untuk peningkatan kualitas SDM sebagai modal utama
pembangunan nasional,” tegas Airlangga. (*/kk)
Editor: Supiansyah