Menutup agenda kunjungan kerja di Sumatera Utara, masih di Kota Medan,
Airlangga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital,
Ketenagakerjaan dan UMKM M Rudy Salahuddin kembali bertemu dan
berbincang dengan peserta Program Kartu Prakerja.
Program Kartu Prakerja telah membawa banyak manfaat terutama dalam masa
pandemi saat ini khususnya untuk membantu para pengusaha UMKM yang ingin
meningkatkan keahliannya sekaligus mendapatkan tambahan permodalan dari
insentif Kartu Prakerja.

Selain itu juga untuk mereka yang terkena PHK
akibat pandemi Covid-19. Secara nasional, dari Gelombang ke-1 hingga
ke-19 Program Kartu Prakerja telah menerima sebanyak 10.081.935 orang,
dari pendaftar sejumlah 69.311.037 orang.
Sementara itu, total jumlah peserta penerima Program Kartu Prakerja
batch 1-19 di Sumatera Utara membuat provinsi ini menjadi provinsi
dengan peserta terbanyak di luar Pulau Jawa yakni sebanyak 398.138
orang.
Kota Medan sendiri juga merupakan kota dengan penerima manfaat yang
terbanyak dibandingkan seluruh kota di Pulau Sumatera yakni sebanyak
108.827 orang.
Berdasarkan survey evaluasi, karakteristik peserta Program Kartu
Prakerja di Sumatera Utara terdiri dari 50 persen dengan jenis kelamin
pria dan 50 persen dengan jenis kelamin wanita. Sebanyak 90 persen
menganggur saat mendaftar dan sebanyak 86 persen belum pernah mengikuti
pelatihan.
Berdasarkan usia, rentang umur antara 26-35 tahun mendominasi peserta
kartu prakerja di Sumatera Utara yakni sebanyak 40 persen, diikuti
rentang usia 18-25 tahun sebanyak 26 persen, usia 36-45 tahun sebanyak
18 persen, usia 46-55 tahun sebanyak 11 persen, dan usia diatas 55 tahun
sebanyak 5 persen.
Adapun kategori pelatihan yang paling di minati secara berturut-turut
diantaranya penjualan dan pemasaran, gaya hidup, makanan dan minuman,
manajemen, dan bahasa asing.
Saat berdialog dengan Airlangga, satu per satu dari 7 peserta Program
Kartu Prakerja menceritakan pengalamannya dalam mengikuti program Kartu
Prakerja dalam suasana yang akrab dan santai.
Elsa, peserta Program Kartu Prakerja Gelombang 15 yang berasal dari
Medan Johor, Kota Medan, sebelumnya bekerja sebagai karyawan swasta
namun pandemi Covid-19 pada April 2020 membuatnya terkena PHK.
Berbekal informasi tentang Program Kartu Prakerja dari seorang teman,
Elsa mencoba mendaftar dan pada akhirnya diterima menjadi peserta
setelah sempat gagal mencoba beberapa kali.
Setelah diterima menjadi peserta, Elsa mengambil 3 pelatihan yang
terkait dengan kegiatan bisnis UKM dan dana insentif yang diterima
digunakan untuk modal usaha.
Saat ini, kegiatan Elsa berjualan online menjual minuman sari kacang
hijau. Ia merasa pelatihan yang diikutinya sangat bermanfaat bagi
usahanya dan omset penjualan pun dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Jika membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usaha, dapat memanfaatkan
KUR yang bunga pinjamannya rendah,” tutup Airlangga.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumatera Utara, Walikota Medan,
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Deputi Bidang
Koordinasi Pengembangan BUMN, Riset dan Inovasi. (*/kk)
Editor: Aspian Nur