Karena kondisi tanah yang anaerob, penelitian sebelumnya telah menemukan beberapa artefak kayu yang diawetkan dengan sempurna. Artefak itu termasuk sendok kayu dengan pegangan berbentuk kepala beruang.
Kini, ilmuwan menemukan artefak terbaru itu berukuran setengah meter panjangnya. Artefak itu berbentuk seperti ular merayap naturalistik dengan kepala ular. Kemungkinan tongkat itu telah digunakan oleh dukun Zaman Batu untuk tujuan ritual.
Arkeolog mencatat penemuan ini tidak seperti artefak kayu lainnya dari Neolitik Eropa Utara. "Tampaknya ada hubungan tertentu antara ular dan manusia, ini mengingatkan perdukunan utara dari periode sejarah, di mana ular memiliki peran khusus sebagai hewan penolong roh dukun,” ungkap peneliti dari Universitas Helsinki, Dr Antti Lahelma.
Beberapa artefak kayu juga ditemukan selama penggalian baru-baru ini. Beberapa di antaranya adalah peralatan kayu, sisa-sisa struktural, dan banyak peralatan memancing. Peneliti utama penelitian Järvensuo dari Universitas Turku yang juga merupakan penulis utama studi ini Dr Satu Koivisto, mengatakan, temuan itu terpelihara dengan baik dari lahan basah.
“Itu membantu pemahaman kita tentang masyarakat kuno dan lanskap di mana mereka melakukan aktivitas duniawi dan sakral,” kata dia. Sementara, ilmuwan menekankan situs Järvensuo 1 saat ini berada di bawah ancaman.
Sebab adanya pekerjaan drainase dan perubahan lingkungan yang diperburuk oleh perubahan iklim menempatkan situs tersebut. “Tanda-tanda kehancuran yang disebabkan oleh drainase yang luas sudah terlihat jelas di lokasi, dan harta organiknya tidak lagi aman,” kata Dr Koivisto.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di republika.co.id hari Kamis 01 Juli 2021 dengan judul : Arkeolog Temukan Tongkat Kayu Zaman Batu Berbentuk Ular