Belum diketahui pasti, apakah Bipang yang dimaksud Jokowi adalah Babi Panggang (Bipang) khas Ambawang yang ada di Kalimantan Barat, atau yang lainnya. Tapi yang pasti, perhatian warganet tertuju pada Bipang Ambawang yang merupakan makanan khas suku Dayak, di Kabupaten Kubu Raya tersebut.
Korankaltim.com, secara khusus menghubungi Deki Junaidi. Salah satu pemilik restoran Bipang Ambawang yang cukup dikenal. Kepada Korankaltim.com, Deki menyebut Bipang Ambawang merupakan kuliner berbahan dasar babi, yang dipanggang dengan bumbu khas dan memakan waktu tidak sebentar saat mengolahnya.
"Jadi babinya dibuka, jadi tekniknya panggang. Dipanggang dengan arang, yang prosesnya bisa sampai 12 jam," ujar Deki melalui sambungan telepon, Sabtu (8/5/2021).
"Jadi kita panggang pe rekor, dan prosesnya lama. Dulunya, bipang ini orang maggangnya perekor. Dan itu cuma dari mulut ke mulut aja. Dan ketika ada kegiatan saja. Kalau misal ada acara baru kita panggang babi," lanjut Deki.
Dari segi harga, kuliner ini tergolong mahal. Karena per ekor, bipang dihargai antara Rp1,6 sampai Rp2 juta.
Namun, kini Deki berinovasi. Ia menyediakan menu per porsi, atau paling tidak seperempat dari satu ekor babi utuh, agar bisa dipesan secara daring alias online.
"Yang bisa dipesan online itu per potongan 1/4 ekor. Jadi dimasak divacum lalu kirim. Nah kami tidak tahu apakah yang dimaksud pak presiden itu Bipang kita atau bukan, hanya memang benar Bipang ambawang khas Kalimantan. Kami juga melihat konteksnya sedang bahas produk lokal ya," jelas Deki.[]
Penulis/editor : Rusdi