Ribuan rumah di 10 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Banjar kini terendam dengan ketinggian air bervariasi. Kecamatan Pengaron, salah satu yang terparah ketinggian airnya mencapai dua hingga tiga meter. Mujiyat mengungkapkan seluruh tim SAR gabungan kini bahu membahu melakukan proses evakuasi warga.
Dimana anak-anak, wanita dan lanjut usia jadi prioritas diselamatkan. "Kami ingatkan masyarakat agar mau dievakuasi karena kondisi banjir saat ini belum ada tanda-tanda surut lantaran hujan yang terus terjadi," tegasnya. Belum ada laporan korban jiwa dari bencana banjir yang terjadi. Untuk itulah, pentingnya kesigapan petugas melakukan evakuasi dengan cepat.
"Ada beberapa warga yang kedapatan tengah sakit dan terbaring lemah di rumah. Ini juga jadi prioritas kami dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit atau tempat lebih aman," tandasnya. Imbas banjir ini bahkan memutus jalan nasional Trans-Kalimantan di dua lokasi berbeda.
alur pertama yang terputus berada di Desa Gunung Raja, Kabupaten Tanah Laut. Jalur ini sudah terputus sejak beberapa hari lalu. Jalur kedua berada di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, setelah jembatan penghubung ambles diterjang banjir dini hari tadi.
Kedua jalur ini menghubungkan Provinsi Kalsel dengan Kalimantan Timur (Kaltim). Pj Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, saat ini telah dipersiapkan jalur alternatif melewati Kabupaten Tapin. "Kondisi darurat tersebut untuk sementara jalur kita alihkan ke jalan hauling di Tapin," jelas Roy.
“Kalau banjir sudah mulai surut maka jembatan darurat akan segera dibangun secepatnya,” imbuhnya. Dari data sementara yang diterimanya, sudah terdapat tujuh kabupaten dan kota di Kalsel yang dikepung banjir. Ketujuh daerah tersebut adalah Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Banjarbaru, Banjarmasin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tabalong. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Kamis 14 Januari 2021 dengan judul Banjir Besar di Kalsel, Ketinggian Air Capai 3 Meter